Bara Timur Tengah, Selalu Saja Terkait dengan Israel

0
152

LiputanIslam.com  –Timur Tengah kembali membara, seakan-akan tidak sedang ada wabah Covid-19 di sana. Pergerakan militer dan pertempuran masih terus berlangsung. Aktor utamanya tersimpul dan mengarah ke satu nama: Zionis Israel.

Dari kawasan Palestina yang selama ini menjadi pusat krisis Timur Tengah, Israel kembali melancarkan serangan udara ke posisi Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, di barat kota Deir al-Balah, Jalur Gaza. Berbagai media Israel sendiri mengakui bahwa jet-jet tempur Israel menggempur sebuah pangkalan militer milik sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, di bagian tengah Jalur Gaza itu dengan tiga roket. Faktanya, selain menyasar pangkalan milisi, serangan itu juga menghantam kawasan timur Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.

Seperti biasa, Israel menyebut serangannya ke Gaza itu sebagai bagian dari upaya melindungi warganya dari apa yang disebutnya sebagai “kemungkinan serangan dari milisi Palestina”. Tentu saja keterangan seperti ini hanyalah klaim sepihak. Dari dulu juga seperti itu. Padahal, seandainyapun ada serangan dari para pejuang Palestina, serangan itu dipastikan merupakan bentuk perlawanan para pejuang Palestina terhadap aksi penjajahan yang dilakukan Zionis Israel atas tanah air mereka.

Israel selalu memainkan falasi-causa. Mereka memutarbalikkan logika sebab akibat. Inilah falasi sebagaimana yang biasa dimainkan oleh kaum penjajah. Para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia pun dahulu dicap sebagai ekstremis dan penjahat oleh penjajah Belanda gara-gara sering menyerang kepentingan-kepentingan militer Belanda.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Juli lalu, di Irak terjadi ketegangan dan kecemasan akibat kemungkinan terulangnya serangan drone AS-Israel ke sejumlah basis al-Hashd al-Shaabi. Negeri 1001 Malam itu masih dicekam ketidakamanan akibat ancaman yang tiada henti dilancarkan oleh Israel dan AS.

Di Suriah, tentara Israel  pada hari Senin malam tanggal 3 Agustus  melancarkan serangan ke sasaran-sasaran militer di Suriah, dan menyebut serangan udara itu sebagai sebagai reaksi atas sebuah operasi yang terjadi sehari sebelumnya. Menurut IDF, target dalam serangan itu adalah situs pemantauan Suriah, sistem pengumpulan intelijen, baterai anti-pesawat terbang, dan pangkalan komando.

Masih dari Suriah, sebelumnya, sebuah rekaman video memperlihatkan barisan tank milik Israel Defence Force (IDF) sedang dikerahkan di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan menyusul ketegangan yang terjadi belakangan ini antara IDF dan Hizbullah di wilayah pertanian Sheeba, Libanon Selatan. Kawasan Lebanon Selatan kembali tegang, akibat adanya konfrontasi baru yang melibatkan Israel.

Kini, dari Lebanon, ada lagi kehebohan di ibukota negara itu, yaitu Beirut. Sebuah ledakan sangat keras terjadi di sekitar kawasan pelabuhan Beirut, ibu kota Libanon. Ledakan yang terjadi pada Selasa tanggal 4 Agustus itu dilaporkan telah mengirim gelombang kejut ke seluruh kota hingga menyebabkan kerusakan luas yang bahkan mencapai pinggiran Beirut.

Penyebab ledakan yang menewaskan sedikitnya 73 orang meninggal dunia dan mencederai sekitar 3.700 warga itu masih belum jelas. Bisa saja itu hanya kecelakaan biasa. Tapi, mungkin juga bahwa ledakan itu merupakan bagian dari ulah Zionis Israel, sebagaimana yang sering terjadi selama ini. (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI: