Wwc1

Srdja Trifkovic

LiputanIslam.com — Turki memiliki agenda sendiri dalam konflik yang semakin memanas di Suriah dan Irak. Di satu sisi, Turki berpura-pura tengah memerangi ISIS. Tapi di sisi lain, Turki malah menyerang dua pasukan (SAA dan Kurdi), yang selama ini mati-matian memerangi ISIS. Ternyata, makar Turki tak berhenti sampai di situ. Kemarin, (22/11/2015), Turki menembak jatuh jet tempur Rusia dengan tuduhan telah melakukan pelanggaran wilayah udara.

RT, media terkemuka Rusia mempublikasikan artikel wawancara dengan beberapa pengamat terkait insiden ini. Mengapa Turki menembak jet tempur Rusia? Berikut ini adalah analisa dari empat pakar geopolitik:

Srdja Trifkovic, editor Foreign Affair: Sejak bergabung dengan koalisi internasional anti-ISIS pada Juli lalu, 80% dari berton-ton bom yang dijatuhkan ternyata menargetkan pasukan Kurdi yang tengah memerangi ISIS di kawasan utara Suriah dan bagian barat laut Irak. Turki hanya berpura-pura memerangi ISIS, namun sejatinya mereka tengah melemahkan SAA dan Pasukan Kurdi.

Bagaimana dengan Erdogan?

Langkah sembrono Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya semakin mengukuhkan posisi Rusia sebagai ‘pemain luar’ yang benar-benar serius (memerangi teroris-red).

wwc2Saya pikir, Erdogan telah benar-benar nekat dan bersiap untuk mengambil langkah serius dalam beberapa waktu terakhir. Dan kini, Erdogan berusaha untuk menggandeng NATO dalam solidaritas membantu Turki. Tentu saja, jika Anda memiliki F-16 di udara bahkan sebelum jet Rusia benar-benar melakukan pelanggaran, maka bisa diduga bahwa insiden ini memang sengaja dibuat sedemikian rupa (telah dirancang terlebih dahulu-red).

Hal ini adalah perangkap yang disiapkan Erdogan untuk memancing respon dari Rusia. Erdogan juga hendak menyalah-gunakan statusnya sebagai anggota NATO untuk menggiring negara anggota NATO lainnya menjadi aliansi anti-Rusia. Di saat yang sama Erdogan melakukan sabotase atas upaya memerangi ISIS. Sebenarnya, Erdogan sendiri bersimpati kepada ISIS. Jadi, ada banyak motif yang menyebabkan ia mengambil langkah ini.

Bagaimanapun juga, kejadian ini akan sangat ‘beracun’ bagi hubungan antara Rusia dan Turki.

Catherine Shakdam, Shafaqna Institute of Middle Eastern Studies: Ditembaknya jet tempur Rusia hingga jatuh sesungguhnya telah menguak hubungan antara Turki dengan kelompok-kelompok radikal di kawasan, dalam hal ini ISIS. Namun harap dicatat, bukan hanya ISIS yang didukung Turki, melainkan juga kelompok teroris lainnya. Ada Al-Nusra…”

wwc3

Aleksandr Pavic

Serangan terhadap jet tempur Rusia ini, berbarengan dengan dihancurkannya salah satu sumber keuangan ISIS (yaitu dari penjualan minyak curian-red). Sepertinya, Turki merasa sedikit khawatir jika Rusia akhirnya menemukan bukti yang tak terbantahkan bahwa Turki bekerjasama dengan teroris. Atau mungkin saja, Turki khawatir tentang keuangan mereka (karena membeli minyak curian dari ISIS sangat menguntungkan Turki-red). Ada begitu banyak keterkaitan antara Turki dengan ISIS.

Aleksandr Pavic, analis politik: Rusia tidak memiliki kepentingan apapun, sehingga melanggar wilayah udara Turki bukanlah hal yang menguntungkan. Dan kalaupun terjadi pelanggaran (walau kemungkinannya sangat kecil), jelas bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak disengaja.

Dalam kasus ini, sepertinya Turki bereaksi terlalu berlebihan, padahal Turki menyadari betul apa dampak dari tindakannya ini.Maka, kita perlu mencari jawaban, mengapa Turki melakukan hal ini?

Beberapa hari yang lalu Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi tentang persatuan untuk memerangi terorisme, secara khusus PBB menyebutkan bahwa ISIS, Al-Qaeda dan seluruh organisasi teroris yang terkait. Jadi, mengapa Turki malah menghantam Rusia, negara yang begitu serius memerangi terorisme. Ini harus dijawab.

Marwa Osman

Marwa Osman

Marwa Osman, pengamat politik: Kita berbicara tentang sebuah jet tempur Rusia yang terbang di wilayah Suriah. Dan pesawat ini menjadi sasaran Turki. Sebelumnya, Rusia telah diperingatkan beberapa kali. Kami telah mendengar dan membaca peringatan tersebut, bahkan Duta Besar Rusia pun diprotes. Tuki menuduh bahwa pesawat tempur Rusia telah menargetkan desa Turkmen.

Jika benar bahwa desa ini benar-benar dihuni oleh penduduk sipil, maka sampai hari ini kita tidak pernah melihat pilot Rusia yang ditembak ketika menyelamatkan diri dengan parasut oleh para teroris (artinya, desa tersebut tengah dihuni oleh teroris, dan Rusia sendiri tengah memerangi teroris). Lalu mengapa, Rusia yang memerangi teroris justru diserang oleh Turki?

Simak laporan dari Liputan Islam terkait penembakan jet tempur Rusia oleh Turki:

Tegang, Jet Tempur Sukhoi-24 Buatan Rusia Rontok Ditembak Turki
Pilot Jet Rusia yang Ditembak Turki Ditemukan Tewas
Erdogan Sebutkan NATO, Bagaimana Ketegasan Reaksi Putin?
Jet Tempur Rusia Ditembak Turki, Awal Perang Dunia III?
Lakukan Operasi Pencarian, Heli Mi-8 Rusia Terbakar Dirudal Teroris
[Eksklusif] Jet Tempur Rusia Langgar Wilayah Udara Turki? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL