Kegagalan Proyek Militer Barat di Suriah

Terkait masalah Suriah dan perkembangan di lapangan, Sayyid Nasrallah mengatakan,”Semua bentuk pengorbanan di Suriah telah meyakinkan kita bahwa tahap berbahaya telah terlewati. Tahap itu adalah tahap penggulingan pemerintah sah, kudeta atas para pemimpin politik, dan pemecahbelahan tentara Suriah.”

“Saat ini, pemerintah Suriah telah menguasai banyak kota dan wilayah penting. Wilayah-wilayah ini telah kembali aman dan kehidupan telah berjalan normal di sana. Benar bahwa sebagian wilayah masih dikuasai ISIS, tapi sebagian besar hanya wilayah tandus yang tak berpenghuni.”

“Jika dibandingkan dengan situasi sebelum atau di bulan-bulan awal dimulainya krisis, kondisi lapangan terkini jauh lebih baik. Oleh karena itu, saya katakan bahwa dari sudut pandang militer, rencana Barat telah gagal diwujudkan.”

“Pintu-pintu untuk solusi politis terbuka lebih lebar dari sebelumnya. Namun, saya tidak yakin kita sudah di ambang penyelesaian krisis Suriah secara politik. Sebab hal ini membutuhkan waktu dan perubahan sejumlah opini. Masih ada sejumlah pihak di kawasan yang berpendapat bahwa mereka akan meraih hasil lebih baik jika solusi politik terus tertunda. Namun menurut saya, mereka keliru, karena ini justru menguntungkan pemerintah Suriah.”

Turki adalah Pendukung Oposisi Suriah, Bahkan ISIS

Sekjen Hizbullah lalu menyinggung peran sejumlah negara pendukung oposisi Suriah. Dia mengatakan,”Jika Anda benar-benar menghendaki solusi politis atau mencari jaminan agar konflik di Suriah diakhiri, Anda harus melibatkan negara-negara pendukung kelompok bersenjata ini, dan Turki adalah salah satu dari mereka.”

“Kehadiran Turki dalam perundingan membantu terhentinya konflik di Suriah. Pada hakikatnya, selama bertahun-tahun Turki telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata ini, bahkan juga ISIS. Namun kita tidak dalam rangka menghakimi pihak tertentu. Kita sedang berusaha mengobati luka ini dengan cara mengakhiri krisis dan menutup kasus ini.”

Amerika Berada di Puncak Terorisme Dunia

Sayyid Nasrallah juga menanggapi klaim AS dan Israel bahwa Hizbullah adalah kelompok teroris. Dia berkata,”Pertama, saya berpendapat, para teroris tidak berhak menghakimi pihak lain dan menuduhnya sebagai teroris. AS berada di puncak teroris dunia dan Israel juga merupakan sebuah rezim teroris murni.”

“Hizbullah adalah salah satu gerakan mulia yang membela negara, tanah, dan martabat bangsanya. Bagi Hizbullah, yang penting adalah pendapat rakyat Lebanon. Pendapat AS dan Israel sama sekali tidak penting bagi kami.”

Krisis Suriah adalah Proyek AS-Saudi

“Sejak dimulainya krisis Suriah, sudah jelas bagi kami bahwa tujuan pemberontakan di Suriah bukan reformasi, demokrasi, atau apa pun yang diklaim oleh berbagai media. Tujuannya adalah menggulingkan pemerintahan dan tentara Suriah, karena Suriah adalah tiang tenda perlawanan di Timteng,”kata Sayyid Nasrallah.

“Proyek di Suriah adalah milik AS-Saudi dan dijalankan demi kepentingan Israel. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa Hizbullah harus membantu saudara-saudaranya di Suriah dalam perang dunia ini.”

Kehadiran Militer AS di Suriah Akan Memperparah Situasi

Menanggapi pengiriman militer AS ke Suriah, Sayyid Hassan Nasrrallah mengatakan,”Tiada keraguan bahwa hal ini akan meningkatkan konflik di Suriah.”

“Sebelum ini, apa yang disebut sebagai koalisi pimpinan AS tidak serius memerangi ISIS, terutama di Suriah. Mungkin tujuan dari pengiriman pasukan AS ke Suriah adalah agar mereka bisa menunjukkan ‘keseriusan’ dalam memerangi ISIS. Ini lebih mirip dengan film-film Hollywood.”

“Sekarang, kelompok takfiri di Suriah sedang di ambang kekalahan. Setelah bertahun-tahun mendukung kelompok-kelompok ini, AS datang ke Suriah dengan niat untuk mendapat jatah kemenangan atas mereka,”pungkasnya. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL