assad rtpLiputanIslam.com — Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa media Barat melakukan telah melakukan wawancara komprehensif dengan Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Setelah Foreign Affair, BBC yang terkenal dengan reputasinya sebagai media pro-pemberontak juga turut mewawancarai Assad. Lalu pada awal bulan ini, stasiun televisi Portugis (RTP) juga melakukan hal serupa. Apa saja yang dibahas dalam wawancara kali ini, berikut laporan selengkapnya, seperti dilansir Syrian Arab News Agency, 5 Maret 2015. (Baca bagian pertama: Bashar al-Assad: Kami Siap Berdialog, Asal…dan bagian kedua: Bashar al-Assad Bukan Seorang Superman)

RTP: Yang pasti, Eropa menghadapi semakin maraknya ancaman terorisme yang terkait dengan gerakan jihad. Beberapa diantaranya terkoneksi dengan Suriah. Maksud saya, dengan Al-Qaeda atau ISIS. Pertanyaannya, apakah Suriah dapat membantu negara-negara Eropa untuk memerangi ancaman terorisme?

Bashar al-Assad (BA): Hal ini bisa diibaratkan dengan sebuah bangunan. Anda tidak dapat membangun sebuah gedung tanpa pondasi. Jadi, apa hal mendasar yang Anda butuhkan dalam kasus ini?

Pertama, Anda memerlukan penguasa di Eropa yang memang memiliki kemauan dan tekad untuk memerangi terorisme. Namun, hal inilah yang tidak Anda miliki pada saat ini. Kedua, adanya kebijakan yang bijaksana. Kita tidak akan berhasil jika dipimpin oleh penguasa yang arogan, keras kepala, dan hanya mengadopsi kebijakan dengan egois. Ketiga, yang sangat penting adalah nilai. Memerangi terorisme harus berdasarkan nilai-nilai (ideologi-red). Jadi, tidak bisa memerangi terorisme yang didasarkan pada oportunisme, atau karena saat ini di Eropa mulai terjangkit terorisme, lalu Anda merasa takut dan akhirnya memerangi terorisme. Bagaimana dengan tahun lalu saat Anda tidak merasakan dampak terorisme?

RTP: Tapi, apakah Anda bisa membantu?

BA: Jika mereka tidak bisa menolong dirinya sendiri, maka kami juga tidak bisa. Namun jika mereka menolong diri sendiri, maka kami juga siap untuk membantu. Jika Anda membangun pondasi ini, jika Anda memiliki dasar ini, maka Anda bisa membangun sebuah bangunan.

Sekarang adalah saat bagi Anda untuk mengintegrasikan masyarakat di negara Anda, bagaimana caranya melakukan pertukaran informasi dengan cerdas, dan Anda memiliki banyak cara. Tentu saja kami bisa membantu, tetapi Anda harus memiliki pondasi dasar untuk berhasil.

RTP: Tuan Presiden, saya kutipkan, “Rakyat Suriah bercita-cita memiliki kebebasan, keadilan, hak asasi manusia dalam skala yang lebih besar. Mereka menghendaki Suriah yang lebih demokratis dan pluralis,” ujar Menteri Luar Negeri Suriah dalam konferensi Jenewa.

Namun, keadaaan Suriah dirasakan berbeda dengan Barat. Sampai sekarang, masih dianggap brutal, kejam, diktator, dan itu bukan hanya masalah citra. Jadi bagaimana mungkin bisa meyakinkan orang-orang…?

BA: Ini tidak logis dan tidak realistis. Karena bagaimana mungkin seorang yang disebut membunuh, dan menindas rakyatnya, tapi didukung oleh rakyat yang sama? Bagaimana? Coba jelaskan tentang kontradiksi ini dari perspektif luar?

RTP: Tapi Tuan Presiden, kenyataannya adalah jika Anda mengizinkan saya melihat kebelakang….

BA: Sebelum krisis.

RTP: Biarkan saya mencoba untuk memulai. Sejak empat tahun lalu ada demonstrasi damai, lalu Anda disalahkan, dan banyak dugaan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia di jajaran Anda sendiri. Anda dilaporkan oleh Cesar, yang membelot dari tentara dengan foto-foto korban senjata kimia.

Anda diduga menggunakan bom barrel sampai sekarang, dll. Badan hak asasi manusia yang mengawasi Suriah memberikan laporan yang sangat tidak baik tentang Anda, pemerintah, maupun Tentara Suriah.

BA: Anda berbicara tentang propaganda besar-besaran selama empat tahun. Kami tidak bisa menjawab semuanya dalam satu wawancara. Tapi saya katakan, tidak pernah ada yang namanya demonstrasi damai, karena pada minggu pertama, kami telah kehilangan banyak anggota polisi kami. Bagaimana dengan hal ini? Bagaimana mungkin ada yang namanya demonstrasi damai tetapi dengan membunuh polisi? Ini bukanlah demonstrasi damai. Ini adalah awal dari kebohongan dan propaganda.

RTP: Semuanya bohong, sepanjang waktu? Ada kebohongan selama empat tahun, Tuan Presiden?

BA: Tepat. Itulah yang terjadi. Karena bagaimana mungkin kita akhirnya melihat kemunculan ISIS? Apakah mereka lahir secara tiba-tiba?

ISIS tidaklah muncul begitu saja, memiliki senjata secara tiba-tiba, begitu pula halnya dengan Al-Nusra. Ini adalah sebuah proses panjang yang tidak bisa terjadi hanya dalam beberapa minggu. Tiba-tiba, semua orang berbicara tentang ISIS.

Kembali pada pernyataan kami di awal, dan Anda dapat melihat evolusi sejak awal, sebagaimana yang telah kami katakan. Mereka tidak mau mendengar apa yang saya katakan. Mereka hanya mendengar apa yang mereka ucapkan saja. Bagaimana bisa Anda mengatakan apa yang sebenarnya terjadi jika Anda tidak memiliki kedutaan besar di negara ini? Bagaimana mungkin Anda bisa mengatakan yang sebenarnya jika Anda masih mendengarkan Qatar dan Al-Jezeera yang mendanai para teroris?

RTP: Jadi, Anda menyalahkan Arab Saudi, Turki, dan Qatar yang telah menjadi tulang punggung bagi jihadis? Apakah Anda punya bukti?

BA: Sangat sederhana. Apa ideologi ISIS? Mereka menganut paham Wahhabi. Apakah paham Wahhabi eksis di Suriah? Atau Maroko? Atau di Barat? Ideologi Wahhabi berasal dari Arab Saudi.

RTP: Ideologi yang sama dengan Arab Saudi.

BA: Arab Saudi dan Qatar, mereka menganut ideologi Wahhabi. Kedua, Erdogan adalah Ikhwanul Muslimin. Dia adalah advokat yang sangat setia pada Ikhwanul Muslimin, organisasi pertama dalam sejarah Islam pada awal abad terakhir, yang mengedepankan kekerasan dalam melaksanakan agenda politik. Jadi, ketika Anda memiliki anggota, itu sudah cukup.

Kembali ke media Barat. Di media Barat, terutama media Amerika Serikat (AS) pada umumnya, mereka mengatakan bahwa 80% teroris berasal dari Turki. Anda mendapatkan satu hal yang realistis lagi, terhadap laporan media tentang wilayah Kobane (Ayn Al-Arab). Kota itu butuh waktu empat bulan untuk dibebaskan padahal ada bantuan dari pasukan koalisi.

Sebenarnya, wilayah yang ukuran wilayahnya sama, medannya sama, hanya butuh dua hingga tiga minggu bagi Tentara Suriah untuk melepaskannya dari cengkraman teroris. Mengapa hal ini terjadi? Karena teroris ini didukung logistik oleh Turki dari perbatasan. Turki mengirimkan persenjataan dan segala bentuk bala bantuan.

RTP: Apakah Anda mendukung Kurdi? Apakah Tentara Suriah mendukung Kurdi?

BA: Tentu saja.

RTP: Karena mereka juga melawan Tentara Suriah.

BA: Sebelum adanya kasus Kobani. Sebelum pasukan koalisi datang, kami telah mendukung Kurdi. Kami mengirimi mereka persenjataan. Tentu saja, mereka akan mengatakan tidak, karena ada tekanan dari AS. Jika mereka mengatakan iya, maka AS akan marah, jadi mereka berhati-hati untuk melakukan tindakan pencegahan. Kami memiliki dokumen tentang persenjataan yang dikirimkan kepada mereka, juga serangan melalui udara, dan pengeboman.

RTP: Amerika tengah melatih pasukan FSA untuk melawan ISIS. Apakah Anda berpikir bahwa mereka juga harus diperangi?

BA: Saya tahu, Anda tahu, dan semua orang juga tahu bahwa jumlah 5.000 tentara yang diumumkan AS adaah bukti bahwa pejabat di Barat tidak memiliki kemauan untuk memerangi terorisme. Itulah buktinya. Saya katakan, pondasi dalam memerangi teroris adalah kemauan. Dan mereka tidak memiliki kemauan.

Jika Obama mengatakan bahwa oposisi moderat hanya fantasi, jadi kepada siapa Anda mengirimkan uang dan persenjataan?

Anda hanya mengirimkan uang dan senjata pada sesuatu yang nyata. Dan realitasnya, semua ini dikirim kepada kelompok ekstremis. Dan pasukan yang berjumlah 5.000 ini kelak akan mendukung teroris, karena mereka memiliki akar rumput yang sama, dan didukung Barat. Mereka akan bergabung dengan ISIS dengan senjata yang telah mereka miliki.

RTP: Dua pertanyaan untuk menyelesaikan wawancara ini. Ini adalah wawancara pertama Anda dengan seorang wartawan dari negara berbahasa Portugis. Apa yang Anda harapkan dari negara ini?

BA: Harapan pertama saya sangat sederhana. Agar pemerintah di negara setempat memberitahu rakyatnya tentang kebenaran, tanpa adanya prasangka. Hanya dengan memberitahukan yang sebenarnya kepada rakyat Anda, mereka akan dapat menganalisa masalah.

Kedua, kami berharap pada Portugal, yang menjadi bagian dari Uni Eropa, untuk bercermin pada Republik Ceko. Sebuah negara kecil yang hanya berpenduduk 10 juta jiwa, tapi sangat bijaksana dalam menyikapi krisis di Suriah. Mereka memiliki kedutaan besar, yang dapat memberitahu tentang kondisi di lapangan, karena isolasionisme bukanlah hal yang bijak. Ketika Anda mengisolasi diri sendiri, ketika Anda mencoba mengisolasi sebuah negara dengan menutup kedutaan, maka sesungguhnya Anda tengah mengisolasi diri dari kenyataan. Eropa, Anda tidak harus mengisolasi diri dari kenyataan.

Kami berharap Uni Eropa bisa memainkan peran untuk menggeser tren yang dimulai oleh pemerintahan Bush di AS ini. Ketika mereka memiliki masalah dengan seseorang atau beberapa daerah, bukannya berusaha untuk terlibat lebih mendalam, mereka malah memutuskan hubungan. Ini bukanlah sebuah kebijakan.

RTP: Pertanyaan terakhir, Tuan Presiden. Mungkin Anda merupakan pemain kunci bagi kesepakatan damai. Apakah Anda tidak merasa kadang-kadang dihinggapi keraguan, kesedihan, atas tanggung jawab yang luar biasa ini? Apa yang Anda rasakan bahwa sejarah akan mencatat tentang Anda?

BA: Tentu saja, ini adalah hal yang paling penting — bahwa setiap politisi atau pemimpin pertama kali harus memikirkan tentang niat baik untuk menyelamatkan negara. Apakah Anda melakukan kesalahan atau melakukan hal yang benar, ini bukan masalah. Publik akan memberikan penilaian terhadap niat Anda. Seberapa banyak Anda berhubungan dan terikat dengan negara Anda. Apakah Anda seorang patriot, dan bukan boneka atau marionette yang dipindahkan dari luar. Lalu, seberapa banyak hal yang Anda lakukan, hal terbaik apa yang telah Anda lakukan untuk melindungi negara dan rakyat Anda.

RTP: Terimakasih, Tuan Presiden, untuk wawancara ini.

BA: Terimakasih. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL