Manado, LiputanIslam.com—Apa yang muncul di pikiran Anda ketiak mendengar wisata bahari di Sulawesi Utara? Pastinya Taman Laut Bunaken. Ya, taman laut itu memang sangat populer di kalangan traveler, namun Anda harus tahu bahwa masih banyak titik wisata bahari tersebar di kabupaten-kabupaten Nusa Utara yang tidak kalah indahnya.

Nusa Utara adalah wilayah yang mencakup tiga kabupaten kepulauan di bagian ujung utara Sulawesi. Ketiga kabupaten kepulauan itu antara lain Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Dulunya tiga kabupaten ini tergabung dalam Kabupaten Sangihe Talaud sebelum dimekarkan.

Di Kabupaten Sitaro sendiri tersimpan banyak potensi wisata bahari, salah satunya adalah Pulau Mahoro dan pulau-pulau disekitarnya. Pulau Mahoro merupakan pulau kecil yang berada dalam cluster Buhias. Sebuah pulau nan eksotis dengan pasir putihnya yang begitu mempesona.

Cluster Buhias sendiri merupakan cluster yang terdiri dari rangkaian beberapa pulau seolah tercampakkan di lautan yang mengepungnya. Beberapa pulau sebagian tak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro. Demikian pula pulau-pulau karang lainnya yang menonjol ke permukaan laut, juga tak berpenduduk.

Pulau Mahoro sendiri merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau-pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak. Sementara di sisi lainnya menjadi begitu tenang, setenang air dalam kolam, karena di depannya terhampar beberapa pulau yang memagari.

Pulau indah ini menjadi tempat sangat indah untuk menikmati pemandangan Gunung Api Karangetang yang dijuluki sebagai The Real Volcano, karena aktivitasnya sepanjang tahun tersebut. Apalagi jika menanti siraman sinar sunrise ketika menerangi Karangetang. Demikian pula dari pulau Mahoro juga sangat baik untuk menanti sunset yang tenggelam di balik beberapa pulau di depannya.

Keindahan Mahoro telah mampu membuat takjub beberapa pelancong yang datang ke pulau itu. Sebut saja Travel Photographer Professional, Ebbie Vebri Adrian yang sudah mendatangi lebih dari 2.000 destinasi wisata di Indonesia.

“Jika saya diminta membuat daftar 10 pantai terbaik di Indonesia, maka pantai Pulau Mahoro masuk dalam daftar tersebut,” ujarnya ketika menginjakkan kaki pertama kali di pulau Mahoro beberapa waktu lalu.

Untuk menuju Mahoro dari Manado, wisatawan dapat menggunakan transportasi kapal cepat dari pelabuhan Manado menuju pelabuhan Ulu Siau dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari pulau Siau, wisatawan dapat menyewa speed boat dengan tarif sekitar Rp 400.000.

Sangat disarankan untuk membawa makanan dan minuman, serta perlengkapan bertenda jika berkeinginan untuk bermalam di Mahoro. Sebab pulau ini tanpa sarana apapun, karena memang tidak berpenghuni, tetapi menjadikan suasana berwisata terasa sangat alami.

Lengkapi pula dengan perlatan snorkling atau menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut di sekitar pulau Mahoro. Jika nyali cukup besar, sempatkan untuk mencoba menelusuri gua sarang burung walet yang berada di sisi pulau. Goa tersebut sebagian terendam air. Dan di ujung sisi pulau lainnya terdapat karang bolong yang menggoda untuk dilewati. Hati-hati dengan hantaman ombak yang kadang tak terduga.

Mahoro hanyalah merupakan salah satu dari pulau-pulau eksotis yang ada di Kabupaten Sitaro dan Nusa Utara pada umumnya. Masih terdapat puluhan site wisata bahari di daerah ini. Minimnya alokasi dana membuat pengembangan destinasi wisata ini menjadi sangat lamban. Padahal jika pemerintah daerah punya kemauan yang besar, keindahan Mahoro dan pulau-pulau lainnya tidak kalah menjual dibanding dengan destinasi wisata yang sudah popular. (ra/kompas)

 *sumber foto: (1)gocelebes.com (2)pamujiqobul.blogspot.co.id

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL