Aceh, LiputanIslam.com– Kabupaten Bener Meriah telah memasuki usia yang ke-13 tahun. Untuk memeriahkan acara,  Pemkab setempat pun ingin melaksanakan acara besar yang tidak terlepas dari nilai-nilai Budaya Gayo, yang meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues yang ada di Provinsi Aceh.

Dalam sambutannya sebelum saat membuka Pacuan Kuda Tradisional Gayo di Lapangan Sengeda, Bener Meriah, Aceh, Senin (9/1/2017), Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah, Hasanuddin Darjo mengatakan, budaya Gayo tidak pernah lesu dan selalu berkembang seiring zaman, misalnya seperti seni tradisi Didong Gayo, Tari Guel dan Tari Saman Gayo, maupun Pacuan Kuda Tradisional Gayo.

Keempat tradisi tersebut dianggap saling melengkapi dari masa ke masa, sebagai khasanah budaya masyarakat di dataran tinggi tanah Gayo.

Hal tersebut, menurut Darjo, cukup beralasan karena semua jenis tradisi budaya itu sudah ada sejak nenek moyang masyarakat setempat. Bahkan, masyarakat Gayo kaya akan seni budaya. “Seperti pacuan kuda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan serta peradaban masyarakat Gayo,” kata Darjo.

“Masyarakat Gayo memiliki sejumlah nilai dan norma sebagai acuan tingkah laku untuk mewujudkan ketertiban, disiplin dan kesetiakawanan serta kegotongroyongan,” jelasnya.

Menurut Darjo, nilai-nilai budaya Gayo yang menjadi kebanggaan masyarakat Bener Meriah adalah kebudayaan yang bersumber dari kearifan lokal yang diwarnai nilai-nilai moral yang luhur dan agung, serta telah menjadi khasanah budaya bangsa.

Ia memaparkan, itulah yang tercermin dari di dalam penyelenggaraan pacuan kuda tradisional yang dilaksanakan di Bener Meriah. Artinya, pacuan kuda merupakan kebudayaan yang telah mengakar di dataran tinggi Gayo. Oleh sebab itu tidak boleh dicemari dengan sikap-sikap permusuhan.

Meskipun cuaca didaerah itu sedang tidak bersahabat, lanjut Darjo, pihaknya berharap partisipasi penuh dari para peserta yang mengikuti lomba tersebut.

Menurut Haili Yoga, Ketua Penyelenggara Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memperingati HUT ke-13 Bener Meriah, sebanyak 295 ekor kuda dari tiga kabupaten di tanah Gayo ikut serta dalam lomba yang dilaksanakan dalam waktu seminggu tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 ekor kuda berasal dari Kabupaten Bener Meriah, 112 ekor kuda berasal dari Aceh Tengah dan 53 ekor kuda berasal dari Kabupaten Gayo Lues.

Bersamaan dengan peringatan hari jadi kabupaten itu, sambung Yoga, pihaknya berharap pembangunan di daerah ini dapat berlari kencang seperti kencangnya kuda berlari yang dipacu di Lapangan Sengeda, Bener Meriah.

“Sehingga pada waktunya juga, Kabupaten Bener Meriah dapat mengepakkan sayapnya tinggi, seperti julukannya, ‘negeri di atas awan’, sekaligus dapat mewujudkan cita-citanya menjadi negeri madani,” terang Yoga, saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut. (ra/kompas)

*sumber foto: lintasgayo.com/ kompas

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL