Jakarta, LiputanIslam.com—Bagi Anda yang berencana mendaki Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat, mungkin Anda membutuhkan rencana perjalanan yang jelas supaya lancar.

Di bawah ini, Anda bisa membaca paket perjalanan ke Gunung Tambora melewati 3 akses jalur.

 

 

 

  1. Itinerary Pendakian Gunung Tambora via Pancasila

    Hari pertama, dari Bandara Bima ke Desa Pancasila

    Sebelum menempuh perjalanan ke Desa Pancasila, pengunjung akan makan siang ikan bakar khas Bima. Selagi di Kota Bima pengunjung akan diantarkan untuk belanja barang-barang keperluan pribadi yang dibutuhkan.

    Usai belanja, perjalanan berlanjut menuju Desa Pancasila dengan waktu tempuh selama 4 jam dari Kota Bima sambil mampir di beberapa lokasi wisata yang ada di sepanjang perjalanan. Setelah 2 jam perjalanan, pengunjung akan berhenti sejenak di Mata Air Hodo atau dalam bahasa lokal disebut Mada Oi Hodo.

    Mata air di lokasi ini keluar dari bebatuan yang berada di dekat pantai. Yang unik dari lokasi ini, di beberapa titik dijadikan sebagai tempat sekelompok kerbau untuk berkubang.

    Selesai beraktivitas di Mada Oi Hodo, pengunjung akan melanjutkan perjalanan ke Doro Ncanga. Sejauh mata memandang pengunjung akan disuguhkan pemandangan sabana yang luas dan berujung di Teluk Saleh yang mempesona beserta ribuan binatang ternak seperti sapi, kuda, dan kambing.

    Ternak-ternak tersebut bebas berkeliaran menjelajahi kontur sabana yang bergunduk-gunduk tak rata. Di sini pengunjung bisa foto-foto dengan latar bak bertualang di Afrika.

    Dari Doro Ncanga, perjalanan dilanjutkan menuju ke Sarae Nduha dengan waktu tempuh sekitar 10 menit untuk menikmati sunset. Sarae Nduha memiliki arti Pasir Runtuh atau Longsor.

    Lokasi ini merupakan hamparan bukit rumput hijau dengan pemandangan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan pulau-pulau kecil lainnya. Pengunjung bisa bermain di pantai, tidur-tiduran di rumput, atau menikmati pemandangan matahari terbenam sambil bermain ayunan.

    Saat senja, lokasi ini menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang akan membuat pengunjung jatuh cinta dengan keindahannya.

    Dari Sarae Nduha, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Pancasila dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Pengunjung akan tiba di home stay sekitar jam 7 malam.

    Saat tiba di home stay kami telah menyiapkan welcoming dinner untuk pengunjung. Selesai makan malam kita akan melakukan briefing untuk mempersiapkan pendakian esok pagi kemudian istirahat.

    Hari kedua, Desa Pancasila – Pos 3 Pendakian Gunung Tambora

    Setelah sarapan, pukul 7 pagi mulai bersiap untuk memulai pendakian. Sebelum pendakian dimulai, terdapat upacara keberangkatan dari tetua Desa Pancasila.

    Dari home stay, pendakian dimulai dengan menggunakan ojek/kuda sekitar 30 menit hingga mendekati Pos 1. Dari tempat berhenti ojek atau kuda pengunjung berjalan sekitar 30 menit menuju pos 1.

    Dari Pos 1, pendakian dilanjutkan menuju Pos 2 dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit. Saat tiba di pos 2 kami akan menyajikan makan siang untuk pengunjung sambil beristirahat.

    Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju pos 3 yang ditempuh selama 2 jam 30 menit. Di pos 3 ini pengunjung akan disediakan tenda dan makan malam, kemudian istirahat dan tidur untuk persiapan pendakian pada jam 1 pagi.

    Hari ketiga, Pos 3 – Puncak Gunung Tambora – Desa Pancasila

    Pada jam satu malam, pengunjung akan kami bangunkan untuk melanjutkan pendakian. Sebelum lanjut mendaki, kami suguhkan omelet dan roti bakar serta tehatau kopi sambil melakukan briefing untuk menuju puncak.

    Perlengkapan yang pengunjung bawa sebagian bisa disimpan di Pos 3 untuk mengurangi beban pendakian menuju puncak. Barang-barang pengunjung aman dijaga oleh para porter.

    Setelah menempuh pendakian selama 5 jam, pengunjung akan tiba di puncak Gunung Tambora saat sunrise dengan ketinggian 2851 MDPL. Di sini pengunjung bisa menikmati salah satu panorama terindah yang ada di dunia ini, yakni sebuah kaldera dengan diameter 7 kilometer, terbesar di Asia Tenggara.

    Setelah puas berada di puncak Gunung Tambora, pengunjung kembali menuju ke Pos 3. Sekitar jam 10 pagi, pengunjung tiba di Pos 3 dan kami telah menyediakan makan (brunch) untuk pengunjung. Selesai makan, pengunjung packing kembali barang-barang perlengkapan yang disimpan di Pos 3 untuk kembali ke Desa Pancasila.

    Setelah melewati pos 1, ojek atau kuda telah menanti untuk membawa pengunjung kembali ke home stay di Desa Pancasila sekitar jam 5 sore. Tiba di home stay, sudah disediakan pancake dan telur rebus, serta kopi atau teh untuk menemani pengunjung melepas lelah. Kami juga akan menyediakan makan malam sebelum pengunjung tidur.

    Hari keempat, Base Camp – Bandara Bima

    Pagi hari setelah sarapan, mobil kami telah siap untuk mengantarkan pengunjung kembali ke bandara. Wisata bersama kami telah selesai.

 

2. Itinerary Pendakian Gunung Tambora via Kawinda To’i

Hari pertama, Bandara Bima – Kawinda To’i

Sebelum menempuh perjalanan ke desa Kawinda To’i pengunjung akan makan siang ikan bakar khas Bima. Selagi di Kota Bima kami akan mengantarkan pengunjung belanja barang-barang keperluan pribadi yang dibutuhkan.

Usai belanja pengunjung menuju desa Kawinda To’i dengan waktu tempuh selama 4 jam dari Kota Bima sambil mampir di beberapa lokasi wisata yang ada di sepanjang perjalanan. Setelah 2 jam perjalanan pengunjung akan berhenti sejenak di situs makam Kerajaan Sanggar yang berada di Desa Boro, Kecamatan Sanggar.

Desa ini merupakan lokasi ditemukannya sisa-sisa kerajaan Sanggar yang pernah berjaya pada sekitar tahun 1500 sebelum letusan Tambora pada tahun 1815. Perjalanan berlanjut ke mata air Tampuro yang berada di Desa Piong, Kecamatan Sanggar. Sumber mata air ini memiliki air yang jernih serta memiliki debit air yang besar.

Dari mata air Tampuro, perjalanan dilanjutkan menuju ke pintu gerbang jalur pendakian di Piong. Di sini pengunjung akan kami ajak untuk menikmatinya dari pintu gerbang hingga ke Pos 1 dengan menggunakan kuda.

Perjalanan dilanjutkan menuju base camp di Kawinda To’I dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Pengunjung akan tiba di base camp sekitar jam 6 sore.

Saat pengunjung tiba di base camp kami telah menyiapkan welcoming dinner. Selesai makan malam kita akan melakukan briefing untuk mempersiapkan pendakian esok pagi. Setelah briefing pengunjung bisa beraktivitas di pantai yang ada di dekat base camp untuk memancing, melihat penyu jika beruntung, atau bisa juga untuk langsung beristirahat di base camp.

Hari kedua, Base camp – Pos 4 Pendakian

Setelah sarapan, pukul 7 pagi kita mulai bersiap untuk memulai pendakian. Pada hari ini pendakian dilakukan hingga ke pos 4 yang ditempuh selama ±8 jam.

Dari base camp hingga pos 3 pengunjung akan menemukan jalur yang landai dan banyak pohon besar. Saat tiba di pos 3 sekitar jam 1 siang pengunjung akan beristirahat sambil menyantap makan siang yang telah kami sediakan.

Setelah itu perjalanan kita lanjutkan menuju ke pos 4 yang ditempuh selama 3 jam perjalanan. Setibanya di pos 4 sekitar jam 4 sore, pengunjung akan disapa oleh pemandangan sabana yang sangat luas dan pengunjung juga bisa menikmati sunset juga mendirikan camp untuk bermalam. Sebelum pengunjung beristrirahat kami akan menyediakan makan malam untuk pengunjung.

Hari ketiga, Pos 4 Pendakian – Puncak – Base Camp

Jam 3 pagi kita akan kembali memulai pendakian ke puncak. Sebelum pendakian pengunjung akan diberi sarapan terlebih dahulu dan memilah-milah perlengkapan yang akan ditinggal di camp maupun yang akan dibawa ke puncak.

Barang-barang yang pengunjung tinggalkan akan dijaga oleh porter. Perjalanan dari pos 4 ke pos 5 akan ditempuh selama 1 jam dan dari pos 5 ke puncak selama 2 jam.

Apabila saat di pos 5 pengunjung sudah merasa tidak kuat untuk ke puncak, ada alternatif supaya pengunjung tetap bisa menikmati sunrise yang tak kalah indahnya, yaitu di Lembah Pengantin.

Tempat ini dikenal juga sebagai lembah rusa (tempat peraduan rusa), pengunjung bisa menemukan jejak kaki maupun kotoran rusa yang masih baru. Setelah puas menikmati puncak dan sunrise kita kembali menuju ke Pos 4.

Tiba di Pos 4 kami akan menyediakan snack untuk menemani pengunjung beristirahat dan packing perlengkapan. Dari Pos 4 sekitar jam 8 pagi, perjalanan dilanjutkan ke Pos 2. Di Pos 2 sekitar jam 1 siang, pengunjung menuju ke air terjun selendang putih untuk makan siang.

Saat tiba di sini makanan telah siap kami hidangkan untuk pengunjung. Setelah makan siang pengunjung bisa mandi di air terjun dan melakukan outbond, canopy trail, atau river tubing. Setelah puas bermain air, kita bersiap menuju kembali ke base camp dan akan tiba sekitar jam 6 sore. Di basecamp kami juga telah menyiapkan makan malam dan barbeque untuk pengunjung.

Hari keempat, Base Camp – Bandara Bima

Pagi hari setelah sarapan, mobil kami telah siap untuk mengantarkan pengunjung kembali ke Bandara Bima.

 

3. Itinerary Pendakian Gunung Tambora via Doro Ncanga

Hari pertama, Bandara Bima – Doro Ncanga

Doro Ncanga yang berada di kabupaten Dompu. Sebelum menempuh perjalanan ke Doro Ncanga pengunjung melakukan hal sama seperti di itinerary pertamayang melalui Jalur Pancasila.

Selesai di Mada Oi Hodo, pengunjung akan melanjutkan perjalanan ke Doro Ncanga. Sejauh mata memandang pengunjung akan disuguhkan pemandangan sabana yang luas dan berujung di Teluk Saleh yang mempesona beserta ribuan binatang ternak seperti sapi, kuda, dan kambing yang bebas berkeliaran bak bertualang di Afrika.

Dari Doro Ncanga, perjalanan dilanjutkan menuju ke Sarae Nduha dengan waktu tempuh sekitar 10 menit untuk menikmati sunset. Dari Sarae Nduha, perjalanan dilanjutkan menuju base camp di Doro Ncanga dan akan tiba di base camp sekitar jam 18.30 malam.

Saat tiba di base camp kami telah menyiapkan welcoming dinner untuk pengunjung. Selesai makan malam kita akan melakukan briefing untuk mempersiapkan pendakian esok pagi kemudian istirahat.

Hari kedua, Doro Ncanga – Puncak Tambora

Selesai sarapan di base camp, pukul 8.00 pagi kita mulai bersiap untuk memulai pendakian menggunakan kendaraan hardtop. Pendakian menggunakan kendaraan hardtop dimulai dari gerbang pendakian hingga ke pos 3 yang ditempuh selama ±5 jam.

Dari base camp hingga Pos 1 pengunjung akan disuguhkan luasnya sabana dan jalur yang landai namun menantang adrenalin. Menuju Pos 2 pengunjung akan menemukan hutan tropis sepanjang perjalanan.

Setelah keluar dari hutan tropis menuju ke Pos 3 pengunjung akan kembali menemukan sabana yang luas. Kendaraan hardtop hanya bisa mengantarkan hingga ke Pos 3. Saat tiba di pos 3 jam 13.00 siang pengunjung akan beristirahat sambil menyantap makan siang dan snack yang telah kami sediakan.

Setelah makan siang dan istirahat perjalanan dilanjutkan dengan trekking menuju ke puncak yang ditempuh selama 2 jam perjalanan. Setibanya di puncak, pengunjung akan disapa oleh pemandangan kaldera Gunung Tambora yang sangat mempesona.

Setelah puas di puncak, kita kembali trekking turun ke Pos 3. Dari Pos 3 pengunjung kembali menuju base camp menggunakan kendaraan hardtop atau motor trail dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Saat tiba di base camp, makan malam telah tersedia untuk pengunjung. Selesai makan malam, pengunjung bisa bebas beraktivitas atau langsung istirahat.

Hari ketiga, Doro Ncanga – Bandara Bima

Pagi hari setelah sarapan, dari Base camp Doro Ncanga, mobil kami telah siap untuk mengantarkan pengunjung kembali ke Bandara Bima.

Sebagai tambahan biaya yang harus dikeluarkan traveler untuk paket ini antara Rp 2-3 juta. Ada pula biaya tambahan sebesar 500 ribu – Rp 1 juta untuk biaya mobil. Untuk informasi selengkapnya hubungi saja Balai Taman Nasional Gunung Tambora. (ra/detik)

 

*sumber foto: kompasiana.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*