Probolinggo, LiputanIslam.com—Di Probolinggo, Jawa Timur, ada sebuah air terjun yang menyajikan pemandangan memesona untuk para traveler. Namanya, Air Terjun Madakaripura. Air terjun in diyakini merupakan tempat semedi Mahapatih Gajah Mada.

Gajah Mada sang Mahapatih dari Kerajaan Majapahit kala itu memandang alam sebagai suatu yang sangat dihormati. Ia dan pasukannya membangun banyak petilasan dan candi di beberapa lereng gunung seperti Penanggungan, Arjuno, hingga ke Semeru.

Gajah Mada pun sempat berikrar pada saat pengangkatan dirinya menjadi Patih. ‘Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, amun kalah ring Gurun, ring seran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo,ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, saman isun amukti palapa’. Artinya, “Setelah tunduk Nusantara, saya akan beristirahat, Sesudah kalah Gurun seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah saya akan beristirahat.”

Sebuah sumpah yang sampai saat ini orang orang menyebutnya sebagai sumpah Palapa. Sebuah sumpah yang akhirnya pun dipenuhi Gajah Mada, Nusantara akhirnya tunduk di bawah kerajaan Majapahit mulai dari maluku hingga semenanjung siam (Thailand).

Dan setelah sumpah palapa itu dipenuhi Gajah Mada akhirnya beristirahat bukan dengan kembali ke rumah atau kerajaan tapi dengan cara yang berbeda yaitu kembali mendekat kepada alam.

Beliau memilih untuk menyepi dan menyendiri di sebuah tempat terpencil di kaki Pegunungan Tengger yang menjadi tempat terakhir sebelum Sang Mahapatih benar-benar meninggalkan peradaban dengan cara Moksa, adalah sebuah konsep agama Hindu dan Buddha. Ia membebaskan diri dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi kehidupan. Dan banyak orang menyakini tempat terakhir sang Mahapatih adalah di Air Terjun Madakaripura. Nama air terjun ini juga berarti tempat persinggahan terakhir Gajah Mada.

Objek wisata Madakaripura memang memiliki keindahan tiada-duanya. Masih masuk dikawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, destinasi wisata pegunungan dengan ketinggian kurang lebih 200 meter ini merupakan air terjun paling tinggi di Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia.

Berbentuk ceruk dengan dikelilingi oleh bukit-bukit serta seringkali meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan gerimis. Beberapa diantaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. Terkadang jika cuaca sedang cerah dan cahaya matahari bisa masuk ke kawasan tersebut, kita bisa menemukan pelangi dengan indahnya.

Biasanya objek wisata Madakaripura seringkali dijadikan tempat mampir sementara oleh para wisatawan sambil menghabiskan waktu perjalanan dari program tour Bromo. Para wisatawan tinggal bertanya saja pada driver tentang keberadaan objek wisata Madakaripura tersebut, maka mereka pasti mengantar anda sampai tujuan.

Disarankan bagi pengunjung untuk meninggalkan tempat sebelum sore tiba. Dikarenakan sering terjadi hujan pada saat-saat tersebut yang terkadang mempengaruhi debet air secara tiba-tiba disekitar aliran air terjun. Hal tersebut cukup berbahaya, dan memungkinkan kita sulit meninggalkan tempat. (ra/detik/bromoexpedition)

*sumber foto: pegipegi.com, dolanmu.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL