sumber: https://lifestyle.sindonews.com

Yogyakarta, LiputanIslam.com—Jika Anda berjalan-jalan ke Yogyakarta, tak asik kalau tidak mengunjungi ikon wisata kota ini, yaitu Malioboro.
Kalau berbicara tentang tempat wisata di Yogyakarta, sebagian besar orang tidak akan melewatkan tempat yang satu ini. Selain lokasinya yang berada di dekat Stasiun Yogyakarta, Malioboro juga adalah tempat bersejarah.

Malioboro sering dijadikan tempat destinasi yang wajib dikunjungi kalau datang ke Yogyakarta. Makanya tidak sedikit dari wisatawan dalam maupun luar negeri yang rela mengantri panjang hanya untuk bisa berfoto di depan papan nama Jalan Malioboro.

Pada awalnya, Jalan Malioboro dibangun sebagai jalan-jalan atau garis imajiner antara Pantai Selatan Keraton Yogyakarta dan gunung merapi. Malioboro memiliki makna karangan bunga dalam bahasa Sansekerta. Sedangkan dari literatur lainnya mengatakan kalau Malioboro ke berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal di Yogyakarta sejak tahun 1811 sampai 1816 Masehi.

Tidak banyak diketahui oleh masyarakat sekarang ini terlebih oleh masyarakat pendatang bahwa pada tahun 1887 Jalan Malioboro dibagi menjadi dua akibat didirikannya tempat pemberhentian kereta api yang sekarang lebih dikenal dengan nama stasiun tugu Yogya.

Malioboro lebih ramai pada masa kolonial yaitu saat pemerintah Belanda membangun Benteng Van De beek pada tahun 1790 di Ujung Selatan Jalan Malioboro, yang kemudian disusul dengan pembangunan Taj Club tahun 1822 Governor’s Residence Tahun 1830 serta Java bank dan kantor pos yang kemudian menyusul setelahnya.

Setiap kali ke Malioboro rasanya seperti kembali ke masa lampau di mana bangunan-bangunan sejarah Hindia Belanda masih kokoh berdiri di sepanjang jalan. Selain itu, di tempat ini ada banyak barang-barang murah dengan kualitas yang tidak mengecewakan, lho! Bagaimana, tertarik mengunjungi? (ra/detikTravel)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*