sumber: punapibali.com

Bali, LiputanIslam.com—Bali sungguh merupakan primadona pariwisata Indonesia, bahkan orang asing lebih kenal Bali daripada Indonesia. Di Pulau Dewata ini, banyak tempat wisata yang menarik dikunjungi, salah satunya Desa Penglipuran yang disebut-sebut sebagai “desa terbersih sedunia”.

Desa Penglipuran yang berada di Kecamatan Bangli ini pernah meraih predikat sebagai desa terbersih di dunia dan mendapat penghargaan Kalpataru. Desa ini resmi menjadi desa wisata sejak tahun 1993. Desa ini juga terkenal karena menampilkan budaya Bali dengan berbagai bangunan, kerajinan dan makanan tradisional.

Memiliki luas 112 hektar yang terdiri dari area rumah penduduk, ladang dan hutan bambu desa wisata ini masih sangat menjaga kehidupan tradisional.Rumah-rumah bergaya Bali berderet rapi di kanan dan kiri jalan , sementara jalanan di bagian tengah terbuat dari bebatuan, pohon dan bunga juga menghiasi tepian jalan membuat suasana desa ini terlihat menarik .

Di bagian depan rumah juga nampak penjor dipasang bersama bendera merah putih. Kebersihan terjaga karena disetiap sudut terdapat tempat sampah dan ada larangan membuang sampah sembarangan yang dipatuhi. Kendaraan bermotor juga tidak nampak sehingga udara terasa nyaman dan bebas polusi. Untuk memasuki desa wisata Penglipuran, pengunjung dikenakan biaya Rp 15.000 per orang.

sumber: hisindia.wordpress.com

Dari pintu masuk, kita bisa berjalan ke arah kiri terlebih dahulu dan menyusuri jalan dengan rumah-rumah khas. Hampir di setiap rumah pemiiknya akan menawarkan kerajinan tangan ataupun makanan dan minuman yang dijual kepada pengunjung. Di arah berlawanan selain rumah penduduk juga terdapat Pura Penataran yang cukup besar, jika pengunjung berjalan terus, di belakang pura terdapat hutan bambu yang cukup luas dan menyejukkan.

Di Desa Penglipuran juga terdapat peraturan yang harus dipatuhi antara lain, setiap pengunjung wajib membeli tiket, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, pengunjung wajib menjaga barang bawaannya, pengunjung wajib memarkir kendaraan di tempat yang telah ditentukan, setiap pengunjung yang akan memasuki tempat suci diwajibkan memakai pakaian adat dan didampingi pemandu, setiap pengunjung yang akan menerbangkan drone wajib melapor untuk memperoleh surat ijin serta pengunjung yang ingin menginap harap melapor kepada petugas.

Fasilitas yang terdapat di desa wisata ini juga sudah lengkap, tempat parkir, warung makan dan minum, toilet juga penginapan. Menginap di desa tadisional merupakan pengalaman yang berbeda dan patut dicoba. (ra/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*