Alone in Iran 1

Perayaan tahun baru di Iran

Oleh: Silvia*

Saya tidak pernah mendapati begitu banyak komentar ketika hendak mengunjungi sebuah negara, selain ketika saya memutuskan akan pergi ke Iran selama dua minggu. Semuanya terlihat begitu terkejut dan bertanya-tanya.

“Kamu benar-benar ke sana sendirian?”

“Kamu ingin mati?”

“Iran bukan tempat yang bagus untuk dikunjungi, lebih baik ke Yunani saja!”

Seperti itu reaksi negatif yang saya terima dari rekan-rekan. Bahkan seorang teman menulis status di Facebook-nya, dia menyebut saya sebagai orang yang sangat berani, sekaligus naif dan bodoh. Tapi maaf kawan, saya benar-benar ingin mengunjungi Persia!

Maksud saya, Iran adalah rumah bagi salah satu peradaban tertua di dunia, tuan rumah tiga belas situs warisan dunia UNESCO, dan menawarkan pemandangan indah, mulai dari hutan hujan lebat hingga gunung berselimut salju. Plus, begitu banyak wisatawan yang saya temui di Asia Tengah yang bercerita tentang Iran. Mereka bilang, orang-orangnya sangat ramah, makanannya lezat dan banyak situs bersejarah, bagaimana mungkin saya tidak menambahkan Iran ke dalam  daftar jadwal traveling saya?

Silvia menggunakan kerudung di Iran

Silvia menggunakan kerudung di Iran

Jadi, apakah mengunjungi Iran adalah sesuatu yang baik?

Sekarang saya sudah berada di Iran selama 10 hari, dan saya menulis ini saat sedang bersama dengan Mina, teman baru saya. Kami tengah menikmati secangkir teh di apartemennya. Tiba-tiba ada ledakan yang begitu besar! Cahayanya menerangi apartemen. Setelah beberapa saat, kami saling memandang satu sama lain, antara perasaaan takut, dan…kagum!

Kalian tahu, hari ini Tahun Baru Persia! Tahun ini, perayaan tahun baru dirayakan dengan sangat meriah, dan mereka melakukan tradisi yang telah dilakukan turun temurun selama 3000 tahun. Hari ini, seluruh keluarga berkumpul bersama dalam perayaan, membuat api unggun, menyalakan petasan dan kembang api, dan mereka benar-benar bersuka ria. Kami memandang keramaian dari atap gedung apartemen.

Menyaksikan hal ini, teman saya sampai berseloroh, “Jika teman-temanmu melihat keadaanmu sekarang, yang berada di Teheran dikelilingi api dan ledakan, apa yang akan mereka pikirkan? Ini adalah mimpi buruk untuk orang-orang Amerika!”

Alone in Iran 2Ia memang bercanda, tetapi kalimatnya menunjukkan kesedihan. Salah satu pertanyaan yang sering disampaikan oleh orang-orang Iran kepada saya adalah, “Apa yang Anda pikirkan tentang Iran sebelum Anda datang ke sini?”

Teman Couchsurfing pertama saya di Teheran, adalah seorang mahasiswa S3, dan teman sekamarnya, mengatakan bahwa mereka sangat bersemangat untuk menjadi tuan rumah para gadis Amerika. Mereka berharap semakin banyak wisatawan yang akan datang ke Iran. Mereka sangat hangat dalam melayani tamu, memasak makanan Persia yang lezat dan mengajukan pertanyaan yang tak terhitung jumlahnya tentang Amerika dan Norwegia.

Sendirian, Tapi Tak Merasa Sendiri

Kendati saya bepergian sendiri di Iran, tetapi saya tidak pernah merasa benar-benar sendiri sejak saya menginjakkan kaki di bandara. Resepsionis di hotel pertama tempat saya menginap, menganggap saya sebagai anaknya. Menemani saya sarapan dan makan siang, dan menunjukkan situs-situs yang menarik untuk dikunjungi. Sedangkan Mina, ia menganggap saya adiknya. Kami berbicara tentang banyak hal, entah itu agama, politik, bahkan gosip selebritis.

Zarivar Lake in Marivan, Kurdistan

Zarivar Lake in Marivan, Kurdistan

Apakah bepergian ke Iran sendirian itu berbahaya? Mungkin benar, tapi tidak bagi saya. Bahkan, air keran di sini pun aman (untuk diminum-red)! Kadang, saat jalan-jalan di sebuah kota, saya memang merasa kurang nyaman ketika ada pria yang berjalan di dekat saya. Jika demikian, saya berusaha menghindar dan berjalan di antara para pejalan kaki wanita. Kekhawatiran saya pun lenyap.

Sejauh perjalanan saya di Iran, yang saya temukan hanyalah kehangatan dan keramahan, dan benar-benar menakjubkan! Saya juga mengunjungi Marivan, sebuah kota Kurdi yang berada di dekat perbatasan Irak. Di sini pun benar-benar aman.

Tips Jalan-jalan ke Iran

Saya banyak menerima banyak pertanyaan terkait Iran. Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Iran, ada 10 tips untuk Anda;

Pertama, carilah teman di Couchsurfing, dan berhentilah menyusun jadwal perjalanan Anda selama di Iran. Dua minggu di Iran rasanya tidak cukup untuk mengunjungi semuanya. Lebih baik, Anda fokus mengenal teman Couchsurfing, yang akan membuat perjalanan Anda menjadi mudah. Penduduk setempat akan menunjukkan tempat yang terbaik untuk Anda kunjungi, dan akan banyak undangan untuk menginap di rumah teman-teman atau keluarga mereka.

10 tips mengunjungi Iran

10 tips mengunjungi Iran

Kedua, siapkan budget 5 dollar per hari. Mungkin Anda punya uang lebih, tetapi sungguh, saya pernah berada di kursi VIP di sebuah hotel untuk menikmati tarian yang disebut t’aarof, dan untuk itu tidak membayar.  Selain itu, tukarkan uang Anda di money changer resmi.

Ketiga, pelajari cara untuk mengucapkan angka 1-10 dalam Bahasa Farsi. Juga, ucapkan angka-angka itu ke setiap orang Iran yang Anda temui untuk memecahkan suasana yang dingin atau kaku.

Keempat, bacalah Children of the Jacaranda Tree. Buku ini mengajarkan saya tentang revolusi hingga kehidupan masa kini di Iran dengan sangat memikat.

Kelima, jika Anda seorang wanita, maka bawalah dua set pakaian. Anda akan memerlukan jilbab, dan baju yang menutupi tangan dan kaki ketika berada di luar rumah. Tetapi di dalam rumah, Anda bisa mengenakan kaos ataupun rok ketat.

Angka 1-10 dalam bahasa parsi

Angka 1-10 dalam bahasa parsi

Keenam, bawalah peniti atau bross. Saat kerudung Anda jatuh lantaran ditiup angin, maka kemungkinan Anda akan ditegur (sesuai peraturan di Iran, wanita harus menutup aurat)

Ketujuh, minumlah yogurt untuk tetap sehat.

Kedelapan, jika Anda bermasalah dengan aparat keamanan terkait paspor atau dokumen lainnya, maka mintalah bantuan pada teman Iran Anda untuk menghadapi petugas.

Kesembilan, Anda harus mempersiapkan diri ketika dibombardir dengan pertanyaan tentang siapa tokoh pemikir yang menginspirasi Anda. Apakah orang-orang Iran menanyakan itu semata-mata untuk alasan akademis? Ternyata tidak. Mereka menjadikan filsafat sebagai solusi nyata untuk menghadapi berbagai masalah yang dihadapi oleh negaranya.

Kesepuluh, siap-siaplah untuk jatuh hati. Yang paling bagus, Anda mungkin tidak sampai menangis saat mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman baru di Iran, tapi lalu sopir bus akan memberikan dua kotak jus nanas, semangkuk gula batu dan secangkir teh untuk menghibur Anda. Dan setelahnya Anda akan menangis, karena Iran benar-benar menakjubkan. (LiputanIslam.com)

* Penulis adalah seorang traveler wanita asal Norwegia, yang menetap di Amerika Serikat. Artikel ini diterjemahkan dari tulisan di blog pribadinya, My Backpack.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL