Jakarta, LiputanIslam.com—Sejak 4 tahun terakhir,  tren umrah mandiri atau juga disebut umrah backpacker mulai populer. Para pelaku umrah backpacker punya banyak cara untuk menekan biaya serendah mungkin agar tak hanya berziarah ke Mekah dan Madinah, tapi juga bisa melanjutkan berlibur ke Turki, Prancis, dan negara-negara lain.

Umrah Backpacker bisa lebih murah, karena aneka tetek-bengek perjalanan, seperti agenda, pembelian tiket, pengurusan dokumen, hingga pemesanan tiket dan katering, dilakukan bersama-sama oleh para anggota rombongan

Jika dihitung di atas kertas, ongkos perjalanan ibadah umrah backpacker sebetulnya hampir setara dengan ongkos umrah reguler melalui agen, yakni Rp 30 jutaan. Tapi, dengan besaran biaya yang sama itu, anggota jemaah umrah mandiri bisa mendapatkan “bonus” lebih banyak.

Bonus itu berupa pelesir ke banyak negara di wilayah Timur Tengah atau Eropa. Pada paket reguler, seorang anggota rombongan harus membayar Rp 40-50 juta jika ingin mendapatkan paket wisata tambahan ke negara lain. Berikut beberapa fakta mengenai umrah backpacker ini.

Pilihan Rute Perjalanan Umrah

  1. Jakarta-Kuala Lumpur-Madinah-Mekah

(Rata-rata lebih murah Rp 2-3 juta dibanding terbang langsung dari Jakarta).

  1. Jakarta-Jeddah-Madinah-Mekah

Durasi: 7-9 hari

Biaya per orang: +/- Rp 20 juta, mencakup:

  • Tiket pesawat
  • Penginapan (maksimal bintang 3)
  • Katering
  • Transportasi (bus)
  • Pemandu

 

Destinasi Wisata Favorit Pasca-Umrah

  • Prancis
  • Jerman
  • Swiss
  • Belgia
  • Italia
  • Spanyol
  • Turki
  • Yordania

Durasi: 5-7 hari (1 hari per kota)

Biaya per orang: +/- Rp 10 juta (untuk 3-5 negara), mencakup:

  • Tiket pesawat (promo)
  • Penginapan (losmen/hostel)
  • Transportasi wisata
  • Pemandu

(ra/tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*