Belitung, LiputanIslam.com—Apakah Anda ingat film legendaris Indonesia, Laskar Pelangi? Berbagai lokasi syuting film ini di Belitung kini banyak dikunjungi turis. Salah satunya adalah Replika SD Muhammadiyah di Belitung Timur.

Dilihat dari luar, objek wisata replika SD Muhammadiyah Gantong atau sekarang terkenal dengan SD Laskar Pelangi ini hanyalah sebuah bangunan tua lama dan reyot.

Jika dinilai dari fisik mungkin tak banyak nilai estetika yang bisa ditampilkan, tapi bukan itu yang pengunjung cari dari objek wisata ini. jadi apa yang membuatnya begitu terkenal?

Bangunan ini merupakan tempat syuting dari film Laskar Pelangi yang diambil dari novel inspiratif karya Andrea Hirata dengan judul yang sama. Terdiri dari dua kelas dengan bangunan seadanya serta alat pembelajaran yang serba terbatas.

Bangku dan meja banyak yang sudah rusak, atap bangunan juga sudah disanggah sana-sini agar tak roboh. Di depannya tergantung papan nama SD Muhammadiyah sebagai identitas tunggal.

Di sinilah dalam film tersebut dikisahkan sepuluh orang anak desa setempat menimba ilmu dengan semangat meski penuh dengan keterbatasan. Dari semangat itulah yang menjadikan replika SD Muhammadiyah gantong ini begitu inspiratif, hingga diminati wisatawan lokal maupun mancanegara yang penasaran.

Di luar replika SD Muhammadiyah Gantong ini terdapat hamparan pasir berwarna putih yang disebut pasir kuarsa. Pasir kuarsa ini berfungsi untuk bahan pembuatan mangkok atau gelas yang biasa kita pakai dirumah sehari-hari.

Ada pula tiang bendera dan bendera merah putih yang berkibar. Biasanya pengunjung mengambil foto di sini dengan latar belakang bangunan replika SD Muhammadiyah seolah sedang melakukan upacara bendera.

Untuk mencapai ke sini, pengunjung perlu menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam dari Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan. Di sini pemerintah Belitung telah membangun beberapa fasilitas pendukung seperti kedai, galeri lukis Laskar Pelangi, tempat parkir dan kamar kecil.

Selain itu, di sini juga banyak masyarakat yang berjualan di sepanjang pintu masuk. Yang unik adalah cincin dari batu satam atau batu meteorit yang hanya ada di Pulau Belitung saja. (ra/detik)

Sumber foto: (1)tourbelitungfamily.net (2)belitunginparadise.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL