Kota Swansea, foto: Deni

Kota Swansea, foto: Deni

Oleh: Deni Aprianto

“Have fun in Abertawe,” itu diucapakan seorang teman melalui media sosial ketika saya sedang berada di kereta menuju Swansea. Kota yang terletak di Wales ini yang sangat terkenal dengan angsa dan klub sepakbolanya, Swansea FC. Saya bertanya-tanya dalam hati, apa yang dimaksud dengan Abertawe?

Sesampainya di Swansea Train Station saya baru menyadari bahwa Abertawe adalah bahasa Wales-nya Swansea. Jadi, walaupun berada di bawah naungan Inggris Raya, Wales memiliki bahasa sendiri yang sangat jauh berbeda dengan bahasa Inggris pada umumnya, baik pengucapan maupun penulisan.

Swansea merupakan kota kedua terbesar di Wales setelah Cardiff, dan angsa merupakan landmark kota Swansea. Nama dan lambang kota Swansea pun semua berkaitan dengan angsa. Tujuan perjalanan singkat saya ke Swansea adalah melihat angsa-angsa liar di salah satu danau yang terkenal banyak angsanya yaitu Fendrod Lake, dan juga mengunjungi club sepakbola kebanggan kota Swansea, Swansea FC (The Swans).

Liberty Stadion, foto: Deni

Liberty Stadion, foto: Deni

Di Train Station, saya dan dua rekan saya langsung memutuskan untuk naik taxi menuju tujuan pertama kami, yaitu Libery Stadium, stadion  yang cukup megah kebanggaan masyarakat Swansea, yang menjadi markas club sepakbola mereka Swansea FC dan tim rugby mereka Ospreys.

Perjalanan menuju Liberty Stadium tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit. Di depan kami, tampak stadion besar yang berkapasitas 20,500 penonton.  Sebagai penggemar sepakbola khususnya Liga Inggris, mendatangi salah satu stadion tanpa mengunjungi official store terasa sedikit kurang lengkap.

Saya membeli pernak-pernik Swansea yang unik-unik.  Lalu setelahnya, saya dan rekan  mengelilingi stadion untuk berfoto dan mencari loket pembelian tiket untuk, tapi sayang hari itu tidak diadakan Tour Stadium.

Seperti ini, Keindahan Fendrod Lake

Foto: Deni

Penulis

Setelah puas menikmati Liberty Stadium, kami melanjutkan perjalanan menuju Fendrod Lake, danau yang seolah menjadi rumah bagi angsa-angsa liar. Jujur saja, saya sangat penasaran ingin segera sampai disana. Namun sayang, letak stadion yang kurang strategis menyulitkan kami untuk mencari transportasi. Tidak ada taxi. Akhirnya kami berjalan hingga sampai di sebuah terminal bus.

“Hallo, tahukah Anda apakah ada bus yang menuju Fendrod Lake? Atau transportasi lainnya yang bisa kami gunakan?” Tanya saya kepada seorang wanita dan anaknya yang terlihat sedang menunggu bus.

Betapa kagetnya saya, ternyata wanita itu kelihatan tidak paham dengan ucapan saya, dan ia menjawab dengan bahasa Wales. Astaga, artinya si ibu tidak bisa berbahasa Inggris dong? Heran deh.

Angsa bermain di danau. Foto: Deni

Angsa bermain di danau. Foto: Deni

Saya pun bertanya kepada seorang pria yang tak jauh dari tempat saya berada, dan hasilnya setali tiga uang. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa lokal. Apakah di Wales ini, tidak ada mata pelajaran Bahasa Inggris di bangku sekolah? Bukankah bahasa Inggris adalah bahasa internasional? Di Indonesia saja, kita mempelajari bahasa Inggris sejak sekolah dasar.

Memang beberapa kota di Wales masih menggunakan bahasa Wales sebagai bahasa sehari-hari, hanya Cardiff yang penduduknya benar-benar menggunakan bahasa Inggris. Akibatnya, saya kebingungan bukan main. Cari taxi susah, jika naik bus saya khawatir nyasar, akirnya saya dan rekan memutuskan untuk jalan kaki ke arah timur mencari taxi atau orang yang bisa ditanya dalam bahasa Inggris.

Angsa bermain di danau. Foto: Deni

Angsa bermain di danau. Foto: Deni

Sekitar 5 menit berjalan, saya melihat ada sebuah taxi sedang parkir di sebuah restoran makanan cepat saji, dan tak lama kemudian dari dalam restoran tersebut keluar supir taxi dengan membawa hotdog. Kami menghampirinya untuk menanyakan apakah dia bisa mengantar ke Fendrod Lake? Alhamdulillah, dengan bahasa Inggris yang terbata-bata dia bersedia. Di Fendrod Lake, saya meminta supir tersebut untuk parkir dan menunggu saya dan rekan yang ingin menikmati keindahan Fendrod Lake dan angsa liar-nya, dan ia pun setuju.

Baru berjalan beberapa langkah, angsa-angsa liar Fendrod lake sudah menyambut kami, mereka benar-benar seperti penguasa di area tersebut, tidak hanya di air,mereka naik hingga ke jalur parkir mobil dan area sekitarnya.

Fendrod lake sejatinya danau yang sangat tenang  dan cocok sekali untuk piknik keluarga, tidak hanya danau, pemerintah Swansea pun menyediakan taman untuk piknik dan walking track yang jalurnya dibuat mengelilingi Lake Findrod. Angsa-angsa liar yang lucu pun seolah menjadi teman bagi siapa saja yang berkunjung ke Findrod Lake, kita bisa memberi makan dan bermain bersama angsa-angsa yang berukuran besar tersebut.

Angsa bermain di danau. Foto: Deni

Angsa bermain di danau. Foto: Deni

Mereka terkadang bisa sedikit agresif seperti berlari menyerbu kami, hingga salah satu teman saya sempat ketakutan dan berlari menghindar ketika angsa. Tapi sejatinya mereka ramah terhadap para pengunjung Fendrod Lake. Setelah puas bermain bersama angsa dan menikmati keindahan Fendrod Lake, saya dan rekan pun memutuskan untuk diantar ke Train Station mengejar kereta kembali ke London, karena pada malam hari harus menghadiri salah satu acara disana.

Pengalaman bercengkrama dengan angsa, menikmati eksotikaFerdrod Lake dan serunya mengitari stadion, menerbitkan satu harapan. Jika ada kesempatan, saya ingin kembali lagi mengunjungi Swansea, dan semoga Anda yang membaca kisah saya, juga berkesempatan merasakan hal yang sama. (LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL