5-cerita-buku-tadzkiroh-yang-disebut-menginspirasi-terorisBuku “Tadzkiroh” karya Amir Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) ustadz Abu Bakar Ba’asyir ditarik dari peredaran karena dianggap ada ajaran yang menyesatkan. Meski begitu, buku tersebut bisa di download di internet secara gratis. Seperti yang diberitakan KompasIslam, dan di jejaring social kini marak diekspose alamat/ situs yang menyediakan file buku tersebut.

Menurut Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Rafli Amar , poin utama isi buku itu adalah menyebutkan bahwa pejabat negara dan aparat polisi disebut sebagai Thogut (penghalang pembentukan syariat Islam). Namun demikian, saat penggerebekan yang menewaskan 6 orang, anggotanya tidak menemukan buku Tadzkiroh.

Benarkah buku karangan Ba’asyir itu telah menginspirasi orang menjadi teroris seperti yang dituduhkan Mabes Polri?  Bagaimana tanggapan JAT atas tuduhan Polri atas buku “Tadzkiroh” tersebut?

Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan bahwa para teroris-teroris yang beraksi selama ini di Indonesia diduga sudah terdoktrin dari buku karangan Abu Bakar Ba’asyir yang berjudul Tadzkiroh. Sutarman pun yakin bahwa ajaran tersebut sama sekali tak dapat dibenarkan, karena salah satu ajaran di dalamnya menyebutkan bahwa melakukan kejahatan itu diperbolehkan.

“Merampok itu mendapat legalisir dan ada bukunya Abu Bakar Ba’asyir yang berjudul Tadzkirah. Di situ mengatakan bahwa merampok untuk kepentingan itu dihalalkan, itu ajaran dari mana? Itu yang harus kita pertanyakan. Saya kira seluruh bangsa Indonesia juga harus mempertanyakan,”

Mabes Polri meminta agar buku itu bisa ditarik dari peredaran jika terbukti masih diperjualbelikan. Sebab, buku tersebut sama sekali tak dapat dibenarkan ajaran-ajarannya, serta bisa mempengaruhi masyarakat untuk menghancurkan negara. Mabes Polri menyebut bahwa buku Tazdkiroh menyesatkan. Buku karang Abu Bakar Ba’asyir itu telah membuat orang menjadi teroris.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, menghimbau,

“Kita sarankan seperti itu, karena kita melihat ada ajaran yang menyesatkan di dalam buku-buku itu. Maka kita meminta semua pihak yang terkait untuk memperhatikan buku tersebut. Dan kita minta semua pihak yang memiliki kewajiban mempelajari buku-buku tersebut agar tidak menyebarkan ajaran tersebut, yang dinilai bertentangan dengan aturan negara,

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar juga menyebut jika buku karangan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir itu menyimpang dari aturan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Nanti kita lihat, kita komunikasikan dengan berbagai pihak yang terkait, yang pasti buku itu ada konten yang tidak sesuai dengan aturan negara kita,”

Tanggapan Jamaah Ansharut Tauhid

Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bertandang ke Mabes Polri untuk menemui Kapolri Jenderal Pol Sutarman. Kedatangan mereka untuk memprotes pernyataan -yang mereka anggap- fitnah dan ngawur Sutarman yang menyebut bahwa buku Tadzkiroh karangan Abu Bakar Ba’asyir telah membawa ajaran sesat.

 Salah satu anggota dari JAT, Nanang Ainur Rofiq, mengatakan bahwa pernyataan Sutarman adalah upaya sengaja untuk melakukan propaganda hitam terhadap dakwah Abu Bakar Ba’asyir dan JAT.

“Kedatangan kami ke sini sehubungan dengan pernyataan fitnah yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Kamis 2 Januari 2014 yang menuduh bahwa buku Tadzkiroh karya ustadz Abu Bakar Ba’asyir merupakan salah satu penyebab maraknya aksi perampokan untuk mendanai aksi terorisme di Indonesia,”

Nanang Ainur Rofiq juga menyebut bahwa propaganda hitam yang dilakukan oleh beberapa pejabat negara merupakan upaya membuat masyarakat apriori terhadap dakwah Abu Bakar Ba’asyir dan JAT. Nanang  membantah bila buku Tadzkiroh bukan melegalkan teroris. Menurut Nanang, buku Tadzkiroh hanya berisi nasehat kepada penguasa.

“Buku Tadzkiroh itu merupakan nasehat dan peringatan kepada penguasa untuk menjalankan pemerintahan ini dengan syariat Islam dan telah didistribusikan sejak Februari 2012 kepada seluruh aparatur negara,” ujarnya.

Indonesia hari ini, kelompok anti- NKRI menggelar kajian umum memerangi Densus 88

Beredar di jejaring sosial undangan untuk menghadiri acara yang digagas oleh kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Acara tersebut bertajuk ‘Kajian Umum Memerangi Densus 88’

Melawan densus 88

Sumber Foto: Halaman BHSA (https://www.facebook.com/BHS.Asli.Ahlussunnahwaljamaah)

Acaranya digelar pada di Masjid Muhammad Ramadhan (MMR), Galaxi Pekayon, Bekasi pada hari Sabtu, 18 Januari 2014. Pukul 20.00-Selesai. Hadir sebagai pembicara,  Al-Ustadz Said Sungkar (Alumni Afghanistan ) dan Al-Ustadz M. Fachri (Pemred Al-Mustaqbal)

(Liputan Islam/ Merdeka/ Kompasislam/ AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL