ISIS-ilustrasiJakarta, LiputanIslam.com — Sepanjang tahun 2015, terdapat 210 warga negara Indonesia yang dideportasi dari 6 negara karena diduga akan bergabung dengan ISIS. Hal ini disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal.

“Diantara WNI yang dideportasi, ada yang belum melalui proses pengadilan, bahkan ada yang tidak diadili dan langsung dideportasi,” kata Iqbal, Senin (11/1/2016) seperti dilansir CNN Indonesia.

Salah satu negara terbanyak yang mendeportasi WNI adalah Turki, yaitu sebanyak 193 WNI sepanjang tahun 2015. Mereka dipulangkan ke Indonesia karena dugaan akan menyeberang ke Suriah.

Iqbal mengatakan, mereka terdiri dari kelompok kecil, beberapa terdiri dari keluarga, membawa serta anak-anak kecil.

“Kemlu perhatiannya adalah masalah keamanan, karena di Suriah sejak tahun 2012 sudah kita tutup untuk tidak dikunjungi atau menunda kunjungan dengan alasan keamanan. Sementara Turki perhatiannya untuk mencegah orang ingin bergabung dengan ISIS di Suriah,” ujar Iqbal.

Indonesia, merupakan salah satu negara ‘penyumbang’ jihadis dalam jumlah yang besar, lantaran banyak WNI yang terhasut propaganda dan akhirnya bergabung dengan ISIS, baik di Suriah maupun Irak.

Diduga sekitar 500 hingga 700 WNI telah bergabung dengan ISIS.

Iqbal mengatakan, dari 193 orang yang dideportasi dari Turki sebagian ada yang sudah kembali dari Suriah. Para WNI yang dideportasi diserahkan kepada BNPT dan Densus 88 untuk menjalani deradikalisasi.

“Sebagian dari mereka menyesalinya. Ini yang akan jadi dasar kita melakukan public awareness campaign ke depannya bahwa apa yang mereka ketahui dan dengar tentang ISIS itu sepenuhnya benar,” jelas Iqbal. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL