Ramadi, LiputanIslam.com — Kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kehilangan 50% kontrol wilayahnya di Irak, setelah kota Ramadi berhasil direbut oleh pasukan gabungan Irak.

Seperti diketahui, ISIS telah mencaplok berbagai Irak sejak bulan Juni 2014, dan setelahnya mengumumkan Kekhalifahan Islam dan mengangkat Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpinnya.

Pemerintah Irak, yang didukung oleh pasukan populer rakyat baik Sunni, Syiah, dan lainnya, melakukan operasi pembebasan mulai dari Tikrit, Baiji dan Ramadi.

Baca juga: Lebih Dari 1000 Teroris ISIS Terbunuh Dalam Operasi Pembebasan Ramadi

Bulan November lalu, pasukan pejuang Kurdi berhasil merebut kota strategis Irak yaitu Sinjar, setelah pertempuran yang sengit melawan ISIS. Kota ini baru setahun diduduki ISIS, namun telah dipenuhi terowongan-terowongan tempat ISIS bersembunyi ataupun melakukan pergerakan.

Hanya saja, dalam keadaan yang terdesak ini kekejaman ISIS semakin menggila. Dari laporan Alalam (30/12/2015) yang beredar, disebutkan bahwa ISIS telah mengeksekusi sekitar 30 remaja laki-laki yang melarikan diri dari pertempuran di Ramadi.

ISIS tercatat telah memaksa anak laki-laki di Mosul dan wilayah lainnya, untuk bergabung dan bertempur bersama mereka. Para remaja ini dilatih menggunakan senjata untuk membunuh. Mereka juga didoktrin dengan pemahaman ekstremis. Ketika para remaja ini mencoba melarikan diri, mereka pun akhirnya diesksekusi ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL