Kupang, LiputanIslam.com — Empat atribut dengan logo bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditemukan di sejumlah tempat di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat lokasi yang dipasang atribut itu terletak di perempatan simpang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Soe, belakang Kantor Lurah Soe, di tembok Kantor Lurah Soe.

Hal itu disampaikan Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, melalui Kabid Humas AKBP Jules Abraham Abas kepada SP di Kupang, Selasa, (1/12) sore.

“Empat gambar ISIS yang ditemukan warga setempat, kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian Setempat. Diduga ada oknum berupaya mengacaukan Pilkada serentak. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan siapa pelaku yang memasang logo ISIS ini, apakah perorangan atau kelompok yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari warga atas munculnya logo ISIS, maka pihak Kepolisian, telah melakukan koordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) TTS untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Rapat koodinasi itu kata Jules, untuk mengantisipasi berkembangnya atau semakin maraknya logo-logo ISIS dan membatasi ruang gerak para pendukung dan simpatisan ISIS

“Kita juga masih mendeteksi bilamana adanya kemungkinan kelompok lainnya di luar ISIS yang memanfaatkan situasi khususnya menjelang pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang,” kata Jules.

Dengan munculnya logo ISIS itu kata Jules, ada dua kemungkinan yakni memang benar adanya eksistensi kelompok ISIS atau simpatisan yang menunjukan jati dirinya di wilayah NTT khususnya di wilayah Soe dan yang kedua mungkin perorangan atau kelompok tertentu yang berusaha memancing serta memrpovokasi situasi menjadi tidak kondusif menjelang pilkada serentak mendatang.

Langkah lain yang dilakukan oleh polisi yakni meningkatkan patroli dan razia atau monitoring serta pengawasan pada sejumlah tempat yang dianggap rawan seperti di pelabuhan, bandara yang disinyalir sebagai pintu keluar masuk kelompok atau masyarakat yang menjadi anggota atau simpatisan kaum radikal ISIS yang saat ini sedang diberantas.

Jules menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan seluruh stake holders yang ada, tentang ciri-ciri dari kelompok radikal, seperti ISIS dengan menunjukan logo-logo dan bendera ISIS dan tujuan dari gerakan ISIS, sehingga masyarakat memiliki pemahaman bilamana adanya gerakan itu muncul.

Lambang ISIS yang digambar di tembok tersebut kemudian dihapus lagi agar tidak menarik perhatian warga di ibu kota Kabupaten TTS tersebut. “Kita berharap secepatnya mengungkap siapa pelaku yang menyebarkan logo ISIS di Kabupaten TTS itu. Sedangkan kasus penangkapan dua anggota yang diduga ISIS di kabupaten Alor sangat berbeda dengan TTS,” tambahnya. (ba/Beritasatu.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL