tawanan perempuan isisSidney, LiputanIslam.com – Sedikitnya dua orang pria warga negara Australia yang menjadi anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dipastikan terlibat langsung dalam praktik perbudakan seksual kaum perempuan Irak penganut sekte Yazidi di bagian utara Irak.

ABC Rabu (24/12) menyebutkan bahwa sejak menguasai beberapa wilayah di bagian utara Irak sampai sekarang ISIS telah menculik dan menyekap ratusan atau bahkan ribuan kaum perempuan, termasuk remaja dan anak-anak.

Menurut jaringan berita TV yang berbasis di Australia ini, sebagian perempuan itu dibebaskan setelah ditebus oleh pihak keluarga dan sebagian lain berhasil melarikan diri.

Aminah Said, aktivis Yazidi yang terlibat dalam upaya pembebasan kaumnya itu mengaku mendapatkan informasi bahwa sebagian anggota ISIS yang terlibat langsung dalam penculikan adalah pria warga negara Australia yang aktif di sebuah lokadi di wilayah perbatasan Irak-Suriah.

“Kebanyakan orang yang ditawan oleh ISIS adalah perempuan dan anak kecil,” tutur Aminah.

Berdasarkan keterangan salah seorang gadis Yazidi yang lolos dari cengkraman ISIS, Aminah mengatakan, “Tak syak lagi bahwa salah satu petempur yang terlibat dalam penawanan adalah warga negara Austalia.”

Gadis yang lolos itu tidak menyebutkan nama warga negara Austalia tersebut karena pria itu merupakan salah satu pemimpin ISIS.
Bersama orang-orang perempuan lainnya, gadis itu sempat diboyong ke Suriah selama dua bulan, kemudian dipindah ke kota Mosul.

Menurut Aminah Said, para petinggi ISIS memaksa tawanan supaya menuruti semua kehendak mereka, dan dari lamanya pertemuan antara mereka dan tawanan dapat diketahui mereka berasal dari negara mana saja.

Laporan terbaru lembaga Amnesti Internasional menyebutkan bahwa beberapa pria yang bukan anggota ISIS ternyata juga terlibat dalam praktik perbudakan seksual terhadap tawanan Yazidi. Beberapa pria Mosul yang menjalin hubungan baik dengan ISIS telah mendapat jatah perempuan Yazidi dan “mengakad” mereka di pengadilan syariat ISIS.

Ribuan warga Yazidi yang hilang sejak empat bulan lalu adalah bagian dari dua juta penduduk yang terpaksa meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka akibat kekejaman ISIS.

Amnesti Internasional juga melaporkan bahwa sebagian perempuan Yazidi yang ditawan ISIS memilih bunuh diri daripada “dikawin paksa” oleh para teroris.

Beberapa data menyebutkan bahwa sebanyak 300 perempuan dan anak-anak Yazidi berhasil kabur dari kamp ISIS.

Salah seorang petinggi ISIS yang memiliki julukan Abu Anas al-Libi belum lama ini dilaporkan telah membantai 150 perempuan Irak, termasuk anak gadis dan ibu hamil, karena menolak menuruti “jihad nikah” ISIS.

ISIS menyerbu dan menduduki berbagai kawasan di bagian utara Irak sejak Juli lalu dan diketahui telah menebar kejahatan yang sangat mengerikan di sana, termasuk genosida atau pembunuhan massal. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL