Mideast EgyptKairo, LiputanIslam.com – Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir tampak kian gigih melawan propaganda dan tipu daya kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui dunia maya, sementara 10 teroris anggota cabang ISIS di Mesir tewas diserang pasukan udara negara ini di bagian utara Semenanjung Sinai.

Berbagai media Arab termasuk Elwatan dan al-Masry al-Youm, melaporkan bahwa lembaga pendidikan Islam tersohor di ibu kota Mesir itu merilis statemen yang menyatakan perang elektronik terhadap ISIS.

Disebutkan bahwa balam rangka ini al-Azhar akan membuat pusat elektronik untuk memantau konten-konten propaganda ISIS yang ditujukan kepada para pemuda Muslim di berbagai penjuru dunia, untuk kemudian ditanggapi dengan bahasa yang digunakan oleh ISIS.

Para syeikh al-Azhar dalam statamennya yang dirilis Kamis lalu (5/3/2015) menyatakan bahwa pemimpin al-Azhar Syeikh Ahmad al-Tayyib memandang perlu dibentuk pusat elektronik yang didukung dengan perangkat dan narasumber kajian seoptimal mungkin.

Pusat itu akan dioperasikan secepatnya demi “membentengi dan melindungi para pemuda dari ketertipuan dan keterjerumusan berpatisipasi dengan kelompok-kelompok teroris dan orang-orang yang sejalan dengan mereka.”

Deputi al-Azhar, Abbas Shouman, menyatakan semua sarana yang diperlukan untuk perang elektronik melawan ISIS itu sudah siap sehingga pusat itu akan dapat memulai operasinya sebelum akhir bulan ini, Maret 2015.

10 Teroris Tewas di Sinai

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa 10 teroris tewas terkena serangan udara Mesir terhadap beberapa posisi kelompok Wilayat Sinai kota Sheikh Zuweid di bagian utara Semenanjung Sinai, Jumat (6/3/2015).

Kelompok itu semula bernama Ansar Bait al-Maqdis namun berubah nama menjadi Wilayat Sinai mereka setelah menyatakan bergabung dengan ISIS dan menjadi cabang ISIS di Mesir pada November 2014.

Kamis lalu (5/3/2015) 15 anggota Wilayat Sinai, tiga di antaranya perempuan, yang menjadi buronan pasukan keamanan Mesir juga tewas akibat serangan pasukan Mesir terhadap tiga rumah di selatan kota Sheikh Zuweid.

Tentara dan aparat keamanan Mesir sudah lebih dari dua tahun terlibat perang melawan kelompok teroris tersebut di Semenanjung Sinai. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*