tragedi sinjar01Baghdad, LiputanIslam.com – Dua pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan kegeramannya terhadap aksi kekerasan seksual gerombolan ekstrimis bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak utara. Keduanya menyebut aksi itu sebagai “aksi barbarian dan perbudakan seksual”. Pasalnya, korban pemerkosaan dan kekerasan seksual ISIS tidak hanya perempuan dewasa, melainkan juga gadis-gadis remaja dan bahkan anak-anak kecil.

Dalam jumpa pers bersama di Baghdad Rabu kemarin (13/8) Utusan Khusus Sekjen PBB Urusan Kekerasan Seksual Dalam Konflik, Zainab Hawa Bangura, dan Wakil Khusus Sekjen PBB Untuk Irak, Nickolay Mladenov menyerukan supaya segera dilakukan upaya perlindungan secepatnya untuk warga sipil yang menjadi korban keganasan ISIS.

“Dengan kalimat yang paling tegas, kami mengutuk penargetan secara ekspisit kaum perempuan dan anak-anak kecil serta aksi barbarian yang dilakukan ISIS terhadap warga minoritas di area yang mereka kuasasi, dan kami mengingatkan kepada semua kelompok bersenjata bahwa tindakan kekerasan seksual tersebut merupakan pelanggaran HAM berat yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegas Bangura dan Mladenov, sebagaimana dilansir Newsweek.

Keduanya menambahkan, “Kami sangat prihatin atas berlanjutnya laporan mengenai kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan, gadis remaja, dan anak laki-laki warga kelompok minoritas Irak.”

Menurut kedua utusan Sekjen PBB Ban Ki-moon tersebut, ada sekitar 1,500 warga Yazidi dan Kristen yang berpotensi menjadi korban “perbudakan seksual” ISIS.

Mladenov lantas menyerukan kepada masyarakat internasional, khususnya pemerintah negara-negara regional Timur Tengah, supaya mendukung upaya pemerintah Irak melindungi warganya. Dia juga memastikan bahwa pihaknya terus memantau situasi dari dekat untuk memberikan layanan dan perlindungan bagi warga yang lolos dari aksi barbarian ISIS.

Laporan lain yang dilansir Rai al-Youm menyebutkan bahwa seorang pemimpin ISIS dalam percakapan telefon dengan CNN Rabu kemarin mengaku pihaknya telah mencokok lebih dari 100 perempuan warga minoritas Yazidi di kota Sinjar, Irak utara. Dia juga mengaku tahu tahu persis segala sesuatu yang belum terungkap di kota itu. Menurutnya, petempur ISIS telah membunuh banyak pria ketika berhasil menguasai Sinjar sejak lebih dari satu pekan lalu.

“Saat itu mereka meringkus anak-anak kecil dan orang-orang perempuan, dan saya dapat memastikan bahwa mereka sudah masuk ke kota Mosul,” ujarnya.

Seperti sering diberitakan di Liputan Islam, sedikitnya puluhan ribu orang yang sebagian besar adalah penganut sekte Yazidi kota Sinjar terpaksa kabur menyelamatkan diri ketika kota kecil itu diserang oleh gerombolan bersenjata ISIS.

Diperkirakan sekitar 20-30 orang terjebak di pegunungan Sinjar di tengah kepungan pasukan ISIS dalam kondisi yang sangat mengenaskan karena keletihan tanpa bahan makanan dan air hingga banyak yang tewas susul menyusul akibat kelaparan dan dehidrasi, terutama anak-anak kecil dan lansia. Upaya pertolongan terhadap mereka dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri sudah dilakukan, namun hasilnya masih belum maksimal. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL