pasukan gabungan irak di tikritBaghdad, LiputanIslam.com – Tak seperti dikabarkan sebelumnya, Tikrit, Ibu kota provinsi Salahuddin, Irak, ternyata masih belum bebas sepenuhnya dari tangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bersamaan dengan ini tentara Irak menemukan beberapa teropong thermal canggih milik ISIS.

Gubernur provinsi Salahuddin, Raid al-Jabouri, Kamis kemarin (12/3/2015) mengatakan masih ada sebagian kecil wilayah Tikrit yang masih dikuasai ISIS. Namun, sebagaimana dilaporkan Alarabiya, al-Jabouri memperkirakan bahwa Tikrit akan bebas sepenuhnya dalam jangka waktu 2-3 hari lagi.

Dewan Adat Provinsi Salahuddin di hari yang sama juga menyatakan ada 90 persen wilayah yang sudah bebas dari cengkraman teroris ISIS. Ketua dewan ini, Marwan al-Jabarah, mengatakan bahwa tentara Irak sedang bergerak menuju komplek yang pada era diktator Saddam Hossein merupakan Istana Presiden namun belakangan menjadi kantor administrasi pemerintahan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Salahuddin, Khalid al-Khazrai, menyatakan pasukan Irak berhasil menguasai sepenuhnya kota itu. Tapi ternyata hingga Kamis kemarin di sebagian kawasan kota itu masih terjadi pertempuran sengit antara ISIS dan pasukan Irak yang didukung relawan al-Hasyd al-Syakbi dan berbagai elemen anti ISIS lainnya.

Fars News melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Irak, Khalid al-Obeidi, Kamis kemarin saat meninjau situasi di Tikrit menyatakan bahwa pertempuran di Tikrit berlangsung krusial dan menentukan. Menurutnya, beberapa tempat yang masih dikuasai ISIS di Tikrit terus digempur.

ISIS Punya Teropong Thermal Canggih

Berbagai kalangan di Irak dikejutkan oleh temuan baru terkait perlengkapan perang organisasi teroris takfiri ISIS. Dalam operasi militer di provinsi Salahuddin, pasukan Irak dikabarkan telah menemukan dan menyita perlengkapan perang canggih milik ISIS berupa teropong thermal, yaitu teropong khusus untuk pengintaian di malam ahri.

Temuan itu dinyatakan oleh Ketua Komisi Keamanan Dewan Provinsi Diyala, Sadeq al-Hussaini, Kamis kemarin sembari menyebutkan bahwa ada pihak-pihak asing yang serius menyuplai ISIS dengan peralatan perang canggih dengan tujuan supaya perang dan angkara murka ISIS dapat berlangsung lama di Negeri 1001 Malam tersebut.

“Pasukan keamanan gabungan Irak yang didukung oleh pasukan relawan telah menemukan beberapa teropong thermal canggih di sekitar kawasan al-Alam, provinsi Salahuddin. Dengan teropong itu ISIS dapat memantau dari jarak jauh pergerakan pasukan keamanan dan rakyat,” ungkap al-Hussaini dalam wawancara dengan al-Sumaria News.

Dia memastikan adanya pihak-pihak asing yang berharap gerombolan teroris ISIS tetap dapat menebar kejahatannya di Irak.

“ Teknologi-teknologi baru yang sampai ke tangan ISIS menandakan bahwa kelompok ini mendapat dukungan secara masif dari pihak-pihak asing supaya ISIS dapat melanjutkan serangan, kekerasan dan pembantaian orang-orang tak berdosa di Irak,” tuturnya.

Temuan tersebut tak pelak mengingatkan masyarakat Irak kepada kasus-kasus bantuan militer Amerika Serikat (AS) untuk ISIS yang dijatuhkan dari angkasa, yang sebagian kasus di antaranya terekam dalam video dan disiarkan oleh berbagai media Irak.

Di bagian lain, al-Sumaria News yang intensif memantau perkembangan situasi perang melawan ISIS telah memublikasi beberapa dokumen milik Departemen Pertahanan Irak mengenai kasus serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS terhadap satuan-satuan pasukan Irak di sejumlah kawasan.

Satu diantara dokumen itu berupa surat anggota parlemen Irak Hannan al-Fatlawi kepada ketua parlemen Salim al-Jabouri bertanggal 8 Januari 2015. Dalam surat itu al-Fatlawi meminta persetujuan pembacaan laporan pada sidang parlemen mengenai kasus serangan pasukan koalisi terhadap markas Divisi 52 yang tak tanggung-tanggung telah menewaskan sekitar 80 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*