arsal-map lebanonLiputanIslam.com – Tentara Lebanon belakangan terlihat semakin gigih berusaha keras menangkal masuknya kelompok teroris bersenjata ke wilayahnya, sementara jumlah teroris terus membengkak dan telah mencapai ribuan sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan tentara Lebanon tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengendalikan mereka jika Lebanon tersusupi teroris.

Menurut laporan Alalam Jumat (29/8), suara ledakan artileri sering terdengar di kota Arsal di perbatasan Lebanon-Suriah dan kawasan sekitarnya, pertanda bahwa tentara Lebanon mulai terlibat pertempuran sengit di kawasan tersebut.

Dewan kabinet Lebanon dalam rapat Kamis (28/8) mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri Lebanon Nuhad al-Mashnouq dan para komandan militer di lapangan bahwa jumlah kawanan teroris bersenjata sudah mencapai ribuan orang, dan ini merupakan yang pertama kalinya Lebanon mengakui adanya ribuan teroris di wilayah perbatasan Arsal.

Rabu lalu kawanan teroris terlibat pertempuran melawan tentara Lebanon, dan pada esok harinya teroris menyerang sebuah mobil patroli di kawasan al-Rahwah di Wadi Hamid yang terletak di dataran tinggi atau perbukitan Arsal. Teroris berhasil menculik lima tentara Lebanon yang hingga kini belum diketahui nasibnya. Kelompok bersenjata Front al-Nusra mengaku tidak menawan satupun tentara Lebanon.

Laporan lain dari kantor berita Turki, Anadolu, Sabtu (30/8) malah menyebutkan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah memublikasikan rekaman video yang memperlihatkan sembilan tentara Lebanon yang mereka tawan. Dalam video itu ISIS mengancam akan menggorok mereka jika tentara Lebanon tidak melepaskan para anggota ISIS yang ditawan tentara Lebanon. ISIS memberi jangka waktu tiga hari.

Harian al-Nahar Sabtu (30/8) melaporkan intensitas pergerakan ISIS ke arah perbatasan Lebanon. Berdasarkan data-data dari berbagai lembaga resmi Lebanon yang didapat dari beberapa institusi militer negara sahabat, pasukan ISIS dari Irak dan di bagian utara Suriah sedang bergerak menuju perbatasan Lebanon.

Sementara itu, harian al-Akhbar dan al-Safir Sabtu (30/8) menjelaskan bahwa kawanan teroris takfiri setelah terusir dari beberapa kota Suriah seperti Yabroud kini berkonsentrasi di dataran tinggi distrik Arsal. Menurut kedua koran ini, mereka sekarang dihadapkan pada dua pilihan; kembali ke wilayah Suriah dan kawasan Qalamoun atau mendirikan pemerintahan (imarah) di wilayah Lebanon.

Kembali ke Suriah adalah pilihan yang sangat berat bagi mereka karena sudah pasti ditunggu oleh pasukan Suriah dan milisi Hizbullah yang siap menghabisi mereka. Karena itu tinggal satu pilihan bagi mereka, yaitu menguasai distrik Arsal yang selama ini memang menjadi sumber pasokan bahan pangan, senjata dan amunisi bagi mereka.

Lebih lanjut media Lebanon itu menjelaskan bahwa sekarang tinggal dua bulan lagi menjelang “musim dingin berat” bagi dataran tinggi di wilayah perbatasan antara Suriah dan Lebanon. Karena itu kawanan teroris sejak sejak sekarang mati-matian mencari “ruang hangat”.

Berbeda dengan kondisi mereka selama dua tahun lalu di mana mereka menguasai beberapa kota Suriah, kini status mereka adalah “pengungsi” yang terjebak di barisan perbukitan yang menjadi dinding pemisah Lebanon dengan Suriah. Akibatnya, sekarang mereka berpikir keras untuk mengatasi problema besarnya pada dua bulan mendatang.

Menurut media Lebanon, serangan kelompok teroris ke distrik Arsal dan upaya mereka untuk dapat mengakses kawasan pantai Laut Mediteranian antara lain adalah dalam rangka mengatasi problema tersebut. Sedang motif dan target lainnya ialah membuka jalur akses bantuan baru dengan rute Laut Mediterania menuju kota Tripoli, distrik Akkar, dan distrik Arsal di Lebanon hingga ke kota Qusair, Homs selatan dan Rif Damaskus di Suriah.

Koran al-Safir menuliskan bahwa Arsal kini adalah satu-satunya “tempat hangat bagi pengungsi musim dingin” untuk sekitar 7,000 teroris takfiri yang 3,000 di antaranya terjebak di perbukitan Qalamun, 3,000 lainnya di perbukitan Arsal, dan lebih dari 700 lainnya di “kamp pengungsi di luar pengawasan lembaga peduli nasib pengungsi Suriah”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL