isis dan israelTel Aviv, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) belakangan ini memperluas pergerakannya hingga ke dataran tinggi Golan, wilayah Suriah yang diduduki Israel. Meski demikian, para petinggi militer Israel terlihat rileks dan memandang ISIS bukan ancaman bagi negara Zionis tersebut.

Tentang ini, Mayjen (purn.) Amos Yadlin, Ketua Lembaga Studi Keamanan Nasional Israel, dalam surat kabar Israel Yedioth Aharonot edisi Kamis kemarin (4/9) menuliskan, “Heboh kasus pembunuhan secara mengerikan wartawan Amerika Serikat yang kedua di tangan kawanan ISIS harus segera selesai di Israel.”

Dia menilai publik Israel tidak perlu mencemaskan soal keberadaan ISIS.

“Seandainyapun ISIS mengalihkan gerakannya dari Irak ke arah Israel, dengan mudah mereka akan diburu oleh badan-badan intelijen, jet tempur dan senjata-senjata akurat angkatan darat kita. Selain itu, ISIS juga dihadang oleh berbagai kendala lain, seperti tentara Irak, Jordania, Lebanon dan bahkan Hizbullah,” ungkapnya.

Mantan Ketua Cabang Intelijen Israel ini beralasan bahwa selain jauh posisinya dari Israel, ISIS juga tidak memiliki sekutu di kawasan sekitar.

Sampai di sini, pernyataan Yadlin tentu dapat dimengerti. Namun, pada pernyataan berikutnya dia mengemukakan poin yang mengundang pertanyaan.

Dia mengatakan, “Secara esensial ISIS tidak berbeda dengan al-Qaeda, dan kita pernah sekian lama berdampingan dengan al-Qaeda.. Meskipun ISIS telah melakukan berbagai kejahatan, tapi kelompok ini tetap bukan ancaman bagi kita, walaupun seandainya mereka sudah menjangkau wilayah perbatasan kita.”

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman Kamis kemarin.

“ISIS bukanlah ancaman militer langsung bagi Israel,” katanya, sebagaimana dikutip al-Mayadeen.

Situs Akka Online Kamis kemarin juga memuat berita pernyataan senada dari seorang petinggi keamanan Zionis kepada Radio Nasional Israel .

“Radio Nasional Israel hari ini, Kamis, mengutip pernyataan petinggi keamanan Israel bahwa estimasi keamanan negara ini menunjukkan bahwa organisasi-organisasi bersenjata di Suriah, termasuk yang belakangan telah menguasai pos Qunietra yang berada di dekat perbatasan Israel di utara tidak akan mengarah kepada perang melawan Israel dalam waktu dekat,” tulis Akka Online.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa Israel sendiri diam-diam malah turut membina para teroris ISIS. Sebagaimana diungkap oleh pembocor dokumen rahasia asal Amerika Serikat (AS), Edward Snowden, gembong nomor wahid ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sendiri pernah dilatih di Israel oleh dinas rahasia Israel, Mossad.

Selain itu, di saat ISIS menjadi sasaran cemoohan publik Timur Tengah karena tidak pernah menunjukkan kepeduliannya kepada kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, kelompok teroris takfiri itu malah beralasan bahwa perang yang lebih utama adalah perang melawan musuh dalam selimut. Karena itu, tak aneh apabila sekarang Tel Aviv tetap santai walaupun para ekstrimis berdarah dingin itu sudah bercokol di dekat perbatasan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL