arab amerikaWashington, LiputanIslam.com – Anggota senior penasehat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) dari Heritage Foundation, Peter Brookes, menilai negara-negara Arab ragu dalam memerangi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meskipun mereka geram menyaksikan pembakaran pilot Yordania Letnan Moaz al-Kasasbeh oleh ISIS.

Fars News Kamis (5/2/2014) mengutip laporan saluran berita AS CNN bahwa Brooks menilai mereka was-was karena mereka bermasalah dengan Iran sehingga strategi mereka terhadap ISIS tidak akan banyak berubah pasca tragedi pembakaran al-Kasasbeh. Mereka mencemaskan perkembangan Suriah dan sikap AS terhadap posisi Iran dalam masalah Suriah. Mereka khawatir penumpasan ISIS akan banyak menguntungkan pihak Iran.

Brooks berpendapat bahwa militer Yordania tergolong kuat dan merupakan salah satu militer terbaik di Timur Tengah dari segi kapabilitas, namun jumlah mereka tidak banyak sehingga sulit untuk dapat menumpas ISIS sendirian. Karena itu, lanjutnya, negara-negara Arab lain harus bergabung dengan koalisi internasional demi meningkatkan prestasi koalisi pimpinan AS ini dalam penumpasan ISIS.

Mengenai AS sendiri, Brooks menyatakan AS harus tetap memegang komando politik koalisi ini karena dengan begitu Washington secara militer akan lebih efektif mengelola situasi yang ada dengan kerjasama negara-negara mitranya.

Menanggapi keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari koalisi internasional menyusul peristiwa pembakaran pilot jet tempur Yordania oleh ISIS, dia menilai situasi krisis Timur Tengah sangat pelik bagi negara-negara Arab, sebab di satu sisi mereka ingin menangkal bahaya ISIS tapi di sisi lain mereka khawatir kekuatan dan pengaruh Iran di kawasan, terutama di Irak dan Suriah, akan terus membesar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL