wanita tawanan isisArbil, LiputanIslam.com – Kepala komisi urusan wanita Kurdistan Irak, Bakhshan Zanganeh, menyatakan sekitar 1000 perempuan sekte Yazidi masih berada dalam cengkraman kawanan teroris ISIS sebagai tawanan, namun tidak jelas mereka sekarang berada di mana.

Dilaporkan pula bahwa 13 anggota ISIS tewas akibat kontak senjata antarsesama anggota ISIS, dan puluhan lainnya juga tewas terkena ledakan pabrik gas beracun di Mosul yang terjadi menyusul serangan pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga.

“Tidak jelas apakah mereka disekap ISIS di wilayah Suriah atau dipindah ke negara lain. Pemerintah Kurdistan berusaha mengetahui tempat penawanan kaum perempuan ini untuk penyelamatan mereka,” kata Zanganeh, Rabu (26/8), sebagaimana dilansir kantor berita Turki, Anadolu, dari Arbil.

Menurutnya, krisis politik dan ekonomi di Kurdistan membuat para pejabat wilayah semi otonomi di Irak ini tak dapat memberikan perhatian yang cukup terhadap nasib kaum perempuan Yazidi itu.

Menyinggung pernyataan PBB bahwa kaum perempuan sekte Yazidi telah menjadi korban aksi pemerkosaan oleh kawanan teroris ISIS,

Zanganeh mengatakan, “Mengingat penumpasan ISIS dan penyelamatan para tawanan itu dari mereka merupakan kewajiban semua orang, maka PBB, Uni Eropa dan khalayak dunia harus membantu Kurdistan dalam masalah ini.”

Pada Agustus 2014 ISIS menyerang dan menduduki kota Sinjar dan kawasan sekitarnya di barat kota Mosul, Irak utara. Di sana mereka kemudian membunuhi kaum pria warga minoritas Irak penganut sekte Yazidi dan menawan kaum perempuannya. Dilaporkan bahwa ISIS juga memperdagangkan kaum perempuan itu sebagai budak di pasar-pasar.

Komisi perempuan dan anak parlemen Irak menyatakan bahwa sejak menduduki Mosul ISIS telah menculik 1600 perempuan Yazidi. Ketua komisi ini, Intisar al-Jabouri, mengatakan bahwa ada tawanan yang berhasil kabur, dan ada pula yang dapat dibebaskan dengan uang tebusan (fidyah).

Sementara itu, sebuah sumber di Irak utara menyatakan sebanyak 13 anggota ISIS tewas akibat kontak senjata antara dua kelompok yang sama-sama terafiliasi dengan ISIS.

Said Mamozini, ketua bidang media Partai Kurdistan Irak, menyatakan mereka bentrok di Mosul karena berebut kekuasaan dan sumber-sumber keuangan.

Seperti dilansir al-Sumaria News, dia menambahkan bahwa sebelumnya juga telah terjadi bentrokan serupa yang menewaskan puluhan teroris.

Menurutnya, tiga perempuan ISIS, satu di antaranya berstatus komandan bernama Ummu Hafsah, juga tewas terkena serangan kelompok tak dikenal di kawasan Babel, Mosul.

Al-Sumaria News juga melaporkan bahwa 13 teroris ISIS tewas terkena gempuran pasukan udara Irak yang dilakukan dengan kerjasama unsur intelijen Operasi Anbar terhadap beberapa posisi ISIS di kawasan Jazirah Khalidiyah, 23 km timur Ramadi.

“Dua mobil teroris juga rontok terkena serangan ini,” ungkap seorang petinggi keamanan Irak pada Operasi Anbar.
Laporan lain menyebutkan puluhan anggota ISIS terbunuh akibat ledakan di sebuah pabrik gas sulfur mustard di Mosul.

“Brigade-brigade pembebasan Mosul telah menyerang sebuah pabrik yang mengandung gas beracun sulfur mustard di kawasan Wadi Ukab, Mosul. Puluhan teroris tewas setelah pabrik itu runtuh. Peshmerga berhasil menghancurkan pabrik itu secara total, dan menewaskan para teroris yang bekerja di sana untuk membuat amunisi dan merakit bom,” papar Brigjen Said Zakhuli, komandan pasukan Kurdistan Irak Peshmerga, seperti dikutip al-Masalah.

Dia menambahkan, “Akibat ledakan yang terjadi di pabrik ini, gas beracun pekat tersebar di udara sehingga banyak orang keracunan dan dilarikan ke rumah sakit Mosul. Selain itu, ratusan keluarga di sekitar lokasi peristiwa terpaksa mengungsi.”

Menurut Wall Street Journal, Amerika Serikat menyatakan ISIS bisa jadi telah meraih gas beracun dari wilayah Suriah atau Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL