saeb erekat palestinaRamallah, LiputanIslam.com – Pejabat tinggi Palestina Saed Erekat masih sempat menyorot isu penumpasan organisasi teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meskipun negaranya sendiri tersandera oleh teroris Zionis Israel. Dia menyatakan operasi penumpasan ISIS yang merupakan sempalan jariangan teroris al-Qaeda itu tidak akan efektif jika tidak melibatkan Iran, Rusia dan Suriah.

“Kalau memang serius ingin menang atas ISIS Amerika Serikat (AS) harus melibatkan Iran, Rusia dan Suriah serta mengordinasikan tindakan-tindakannya dengan tiga negara ini,” ungkap anggota Dewan Ekskutif Palestina tersebut dalam wawancara dengan TV Russia Today, Selasa (30/9).

Dia juga menilai serangan udara saja tidak akan efektif untuk membasmi ISIS, karena itu mau tidak mau harus dilancarkan pula serangan darat.

“Karena AS sudah berulangkali menegasikan operasi darat terhadap ISIS maka yang tersisa adalah satu opsi, dan operasi darat terhadap ISIS harus dilakukan oleh tentara Suriah dengan dukungan Iran dan Rusia,” paparnya.

Seperti diketahui, ISIS yang semula didukung AS dan negara-negara sekutunya, termasuk beberapa negara Arab, untuk menggulingkan pemerintah Suriah dua bulan lalu melancarkan serangan besar-besar ke wilayah utara Irak dan berhasil menguasai banyak kawasan di sana.

Belakangan AS gencar melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi pasukan teroris itu di Irak dan Suriah menyusul peristiwa pembunuhan wartawan asal AS oleh ISIS pada tanggal 23 September lalu.

Pemerintah Iran berulang kali menyebut koalisi anti ISIS sebagai tim pegelaran aksi teatrikal, apalagi negara-negara yang terlibat dalam operasi serangan udara terhadap ISIS itu adalah pihak-pihak yang sejak awal terbukti gigih mensponsori ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL