isis-fighters3Baghdad, LiputanIslam.com – Akibat berselisih pendapat mengenai pembagian “harta rampasan perang” sekelompok anggota organisasi radikal takfiri bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terlibat aksi saling tembak di provinsi Ninawa di bagian utara Irak.

Sebagaimana dilaporkan situs berita Irak al-Youm al-Thamin, polisi ISIS belum lama ini menginstruksikan supaya 80% harta rampasan perang ISIS dibagi-bagikan kepada para anggota non-Irak, sedangkan sisanya untuk anggota yang berkewarganegaraan Irak sendiri.

Para saksi mata mengatakan bahwa pembagian ini menimbulkan kemarahan besar dari warga Irak yang menjadi anggota ISIS sehingga mereka terlibat baku tembak dengan para anggota ISIS non-Irak.

Para saksi itu menambahkan bahwa para petempur ISIS telah menjarah harta benda dan perabot rumah yang ditinggal pergi oleh sebagian penduduk kota Mosul dan distrik Tel Afar karena takut menjadi korban kebengisan ISIS.

“Harta hasil jarahan itu, dianggap para anggota ISIS sebagai ghanimah (harta rampasan perang), dan dibagi-bagikan kepada sesama anggotanya,” kata mereka.

Para saksi juga mengatakan bahwa sebagian warga Irak yang menjadi anggota ISIS diam-diam telah menjarahi harta sebagian penduduk Tel Afar tanpa memberikan laporan kepada komandan mereka karena kuatir sebagian besar harta hasil jarahan itu diserahkan kepada para anggota ISIS non-Irak.

Sementara itu, koran Global Times milik Partai Komunis yang berkuasa di Cina melaporkan bahwa warga Negeri Tirai Bambu yang menjadi anggota ISIS dan ikut bertempur di Suriah dan Irak mencapai sekitar 300 orang.

Menurut Global Times , jumlah itu diperoleh berdasar data-data yang didapat dari berbagai sumber, termasuk para petinggi keamanan di kawasan Kurdistan Irak, Suriah dan Lebanon.

Sebelumnya, pemerintah Beijing menyatakan bahwa warga negara Tionghoa yang menjadi anggota ISIS berjumlah 100 orang lebih. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL