bom mobil di irakBaghdad, LiputanIslam.com – Sumber-sumber intelijen mengungkapkan bahwa sekitar 100-160 mantan perwira militer diktator terguling mendiang Saddam Hossein terlibat dalam banyak operasi militer dan spionase kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian dilaporkan Daily Telegraph, sebagaimana dikutip Fars News, Senin (10/8).

Disebutkan bahwa para eks perwira Saddam itu antara lain membentuk jaringan rumit untuk mengarahkan ISIS. Mereka juga mengaturkan strategi-strategi militer ISIS hingga membuahkan banyak hasil di Suriah dan Irak, membuatkan rencana-rencana serangan besar di level dunia, membuatkan modus-modus serangan bom bunuh diri yang diringi operasi militer.

Seorang mantan petinggi Dinas Rahasia Amerika Serikat, CIA, mengatakan bahwa para eksperwira militer dan intelijen rezim Sadaam merupakan elemen penting di medan pertempuran ISIS tahun lalu, dan banyak keberhasilan ISIS lebih merupakan operasi militer daripada serangan teror.

Seorang pejabat intelijen yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa Mohsen Hassan alias Abu Mumtaz dulu merupakan perwira rezim Saddam, namun kini menjadi petinggi papan atas ISIS.

Sekitar 100 – 160 mantan perwira Saddam dewasa ini bekerja untuk ISIS, termasuk Asim Mohammad Nasir yang kini dikenal dengan nama Naji Barkat, dan banyak di antara mereka memiliki hubungan erat dengan kelompok-kelompok suku lokal sehingga bahkan ada anak-anak para kepala suku yang gigih membantu ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL