pres cechnya_Ramzan_KadyrovMoskow, LiputanIslam.com – Presiden Cechnya Ramzan Kadyrov memastikan bahwa pemimpin organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi adalah agen dinas rahasia Amerika Serikat (AS), CIA, dan bekerja untuk kepentingan Washington. Demikian dilaporkan oleh beberapa lembaga pemberitaan Rusia Selasa (21/10).

“Al-Baghdadi harus membuka topengnya dan mengakui statusnya sebagai agen CIA yang bekerja untuk kepentingan AS,” katanya kepada wartawan, sebagaimana dikutip RIA Novosti.

Menurutnya, al-Baghdadi diangkat sebagai agen CIA oleh David Petraeus yang saat itu menjabat sebagai komandan pasukan AS di Irak.

“Gembong teroris ini harus mengakui kejahatannya membunuhi umat Islam,” lanjutnya.

Presiden Cechnya menyerukan kepada semua pihak supaya tidak menyebut organisasi teroris pimpinan al-Baghdadi sebagai “Negara Islam” (Islamic State/IS).

“Saya akan meminta seseorang dan semua orang supaya tidak menyebut mereka Negara Islam. Mereka adalah para syaitan, dan obsesi mereka satu-satunya adalah merampok uang sebanyak apa yang dapat mereka raih dengan tangan mereka. Mereka bertindak atas instruksi dari Barat dan sengaja membasmi umat Islam,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Itar-Tass.

Kadyrov menegaskan tidak ada jalan pulang bagi warga negara Cechnya yang ikut terlibat dalam kegiatan ISIS. Dia juga mengaku telah menggerakkan orang-orangnya untuk memburu dan menghabisi al-Baghdadi dan anak buahnya.

“Para teroris itu pasti akan kami binasakan, dan kami harus menjelaskan hakikat kelompok syaitan ini bagi anak-anak muda supaya tidak mengikuti mereka. Para pemuda harus menyadari realitas bahwa mengikuti kelompok itu adalah kebinasaan serta merupakan tikaman bagi saudara sesama Muslim yang tentunya tidak mungkin diterima oleh setiap Muslim,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengaku terpaksa memutus akses internet di negaranya, meskipun kebijakan ini dapat diartikan sebagai kemunduran.

“Pernah pada suatu masa saya memimpikan bahwa suatu hari negara republik saya memiliki internet. Tapi sekarang saya menghentikannya. Meskipun hal ini secara politik, ekonomi dan sosial menjadi kemunduran besar, namun kita berhenti membunuh satu sama lain. Masing-masing rumah memiliki akses ke Internet. Setiap orang bebas mendengar para penganut Wahabi berkhotbah mengajarkan fahamnya. Ini pula alasan mengapa ulama kita juga begitu aktif di jejaring sosial,” pungkas Kadyrov. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL