tank ISISBaghdad, LiputanIslam.com – Para petinggi organisasi teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan belakangan mulai berhamburan kabur secara diam-diam dari kota Mosul, ibu kota provinsi Ninawa, di bagian utara Irak. Selain itu, ISIS juga telah mengekskusi hampir 40 anggotanya sendiri karena diketahui kabur dari pertempuran.

Anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Irak, Hanin Qadu, Jumat (13/3/2015) mengatakan bahwa ISIS mulai memasang bahan peledak ke banyak bangunan di kota Mosul dengan anggapan bahwa pada akhirnya mereka harus angkat kaki dari kota yang mereka kuasai sejak Juni 2014 tersebut.

“Organisasi ISIS mulai memasang bahan peledak di masjid-masjid dan gedung-gedung pemerintahan di sisi kanan Mosul, karena mereka takut terhadap kemungkinan dimulainya operasi pembebasan Mosul,” ungkap Qadu, sebagaimana dilansir situs Iraq al-Qanun.

Dia menambahkan, “Berbagai informasi yang sampai kepada kami dari warga Mosul menegaskan bahwa jajaran pimpinan ISIS sudah memulai aksi kabur di malam hari.”

Dia memastikan ISIS sudah menelan pahitnya kekalahan dan merasa tak berdaya menghadapi gempuran pasukan Irak yang didukung relawan al-Hasyd al-Syakbi dan pasukan adat.

Aksi memasang bom di bangunan kota juga telah dilakukan ISIS di Tikrit, ibu provinsi Salahuddin, menjelang serbuan pasukan Irak. Akibatnya, pasukan Irak harus melibatkan banyak tim jihandak untuk sterilisasi banyak bangunan dari bahan peledak, sebagaimana yang berlangsung sekarang.

Pasukan Irak belum lama ini telah menghabisi hakim tertinggi ISIS Saeb Madhi Hanfis di kawasan Dzira’ Dajlah.

Eksekusi Anggota Yang Desersi

Seorang pejabat Kurdi mengabarkan bahwa ISIS telah mengeksekusi hampir 40 anggotanya sendiri di Mosul karena dianggap desersi.

“Pagi hari ini ISIS telah mengekskusi 38 anggotanya sendiri di kawasan al-Salamiyah di timur Mosul karena mereka diketahui kabur dari frot pertempuran. Mayat-mayat mereka diboyong ke tempat tersembunyi,” ungkap Said Mamuzini, kepala bidang informasi Partai Demokrasi Kurdistan, Kamis lalu (12/3/2015), sebagaimana dilansir al-Sumaria News.

Seperti diketahui, pasukan ISIS kocar-kacir diterjang operasi besar-besaran pasukan Irak yang didukung relawan dan pasukan adat di provinsi Salahuddin dan Kirkuk. Sebagian besar kawasan di dua provinsi itu berhasil direbut kembali oleh pasukan Irak dari cengkraman teroris ISIS. Tikrit yang sudah dikuasai pasukan Irak sebanyak 90 persen dikabarkan akan segera bebas sepenuhnya dalam waktu dekat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*