prajurit hamasGazaCity, LiputanIslam.com – Aparat keamanan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, telah menangkap sejumlah tokoh aliran Salafi (Wahhabi) dan beberapa pengikut mereka karena diketahui menyokong organisasi teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian dilaporkan situs berita Palestina Zaman Press  Senin (13/4) sembari menyebutkan bahwa para penganut Salafi menyatakan prihatin atas penangkapan itu dan menganggapnya sebagai aksi balas dendam atas tindakan ISIS di kamp Yarmouk, Suriah.

Menurut Zaman Press, sumber keamanan di Gaza yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, “Operasi penangkapan ini dilakukan dengan tujuan menangkal faham dan pemikiran sesat para Salafi pro-ISIS, dan sebagai upaya mengingatkan mereka mengenai bahaya keyakinan mereka. Namun mereka tidak mau mendengar dan enggan kembali ke jalan yang benar.”

Dia menjelaskan penangkapan dilakukan terhadap sejumlah penganut Salafi karena dikhawatirkan berbahaya bagi masyarakat.

“Kelompok ini menganut faham yang tercemar, menyimpang dan tidak mencerminkan Islam yang murni. Ketika mereka menyokong kejahatan yang dilakukan ISIS terhadap umat Islam maka tak pelak lagi mereka menjadi bahaya bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Mereka mengafirkan masyarakat secara keseluruhan dan tidak membedakan antara Fatah, Hamas dan lain-lain. Semua orang di mata mereka adalah murtad dan kafir yang harus dikenai hukuman hudud, padahal hukuman hudud hanya menempati 6% dalam syariat Islam.”

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas Iyad al-Bazm dalam statemennya menyatakan tidak semua penganut Salafi di Gaza ditangkap. Dia juga memastikan tidak ada ISIS di Gaza.

Statemen ini dinyatakan sebagai tanggapan atas adanya ancaman dari sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Pendukung Daulah Khilafah Islam” di Gaza. Kelompok ini mengancam Hamas dengan aksi peledakan apabila Hamas terus melancarkan tekanan terhadap kaum Salafi.

“Kami tegaskan kepada pemerintahan di Gaza, khususnya aparat keamanan dalam negeri, bahwa tekanan akan menimbulkan ledakan,” ancam kelompok tersebut.

Juru bicara kepolisian Palestina di Gaza, Mayor Ayman al-Batanji, mengatakan kepada Zaman Press bahwa pendukung ISIS di Gaza tidak akan dapat mengacaukan keamanan.

“Cengkraman keamanan sangat kuat dan tak dapat disepelekan,” tandasnya.

Dia menambahkan, “Sampai detik ini belum ada publikasi keterlibatan pendukung ISIS dalam operasi apapun yang dapat membahayakan keamanan warga, walaupun memang ada kecurigaan bahwa mereka berada di balik kasus peledakan Pusat Kebudayaan Perancis (di Gaza).”

Zaman Press menyebutkan bahwa selain otoritas Hamas, para imam dan khatib di masjid-masjid di Gaza belakangan juga gencar memerangi ISIS dengan ceramah-ceramah mengenai bahaya ISIS setelah masjid-masjid itu sempat sekian lama bungkam dalam isu ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL