Iraqi parliament speaker Osama al-Nujaifi speaks during a news conference in BaghdadBaghdad, LiputanIslam.com – Pemimpin Sunni Irak dan mantan ketua parlemen negara ini, Osama al-Nujaifi, Jumat (1/8) menyatakan bahwa sebuah barisan bersenjata dengan nama “Brigade Mosul” untuk mengganyang kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah terbentuk dan dia sendiri merupakan komandannya.

Menurut laporan kantor berita Iran, IRNA, Nujaifi yang bersama bersama saudaranya, Atheel al-Nujaifi, oleh sejumlah partai politik Irak dianggap bertanggungjawab atas jatuhnya Mosul ke tangan ISIS mengatakan, “Kesabaran penduduk Mosul telah habis, dan kini telah terbentuk Brigade Mosul untuk pembebasan kota ini dari kekejian ISIS.”

Nujaifi juga mengklaim bahwa Brigade Mosul dilatih di Iran dan wilayah Kurdistan Irak. Dia menambahkan bahwa kelompok-kelompok militan bersenjata di Irak utara termasuk Jaish al-Islam dan Naqsyabandiah, menyatakan siap mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu rakyat berperang melawan ISIS.

Beberapa waktu sebelumnya, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok eks Partai Baath Irak dan sejumlah kelompok adat yang sebelumnya berkomplot dengan ISIS belakangan ini berbalik dan menyatakan ingin bahu membahu bersama tentara Irak melawan ISIS.

Namun demikian, Ketua Komisi Logistik Mosul di parlemen, Zuhair al-Chalabi, menuduh al-Nujaifi berusaha berselancar di atas gelombang anti ISIS yang kini terus meninggi di kawasan. Dia juga menyatakan bahwa Osama dan adiknya adalah salah satu orang orang yang bertanggungjawab atas jatuhnya Mosul ke tangan ISIS serta terlibat tindakan korup dalam masalah penanggulangan terorisme dan kini mencoba menunggangi gelora yang sedang terjadi di Mosul.

Nujaifi tidak mendapat dukungan lagi dari kelompok Sunni, Koasi Nasional untuk Reformasi, untuk menjadi ketua parlemen Irak. Dia lantas didukung oleh kelompok al-Muttahidun yang dipimpinnya untuk menjadi calon wakil presiden Irak, namun hal inipun ditentang oleh partai-partai Sunni lain sehingga pekan ini dia mundur dari pencalonan tersebut.

Para pengamat menyebutkan bahwa sentimen anti ISIS di forum-forum politik Sunni Irak terbentuk karena dua sebab. Pertama, mereka berkesimpulan bahwa kekuasaan ISIS bukan saja tidak mendukung kepentingan politik mereka melainkan justru dapat mencelakakan jiwa mereka, terutama ketika perlakuan ISIS terhadap para mantan anggota Partai Baath membuktikan bahwa setelah menguasai Mosul ISIS sama sekali tidak menolerir faham yang berbeda dengannya. Kedua, mereka juga memastikan bahwa ISIS berbahaya bagi Irak secara keseluruhan sehingga ketika rakyat Mosul bangkit melawan ISIS mereka berusaha memegang inisiatif dan mencetak kemenangan atas nama mereka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL