lebanon PatriarchBecharaRaiBeirut, LiputanIslam.com – Pemimpin Kristen Maronit Lebanon, Kardinal Bechara Rai, menyatakan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah sudah masuk ke kota Jounieh, sekitar 16 km utara Beirut, seandainya tidak dicegat oleh milisi Hizbullah.

Demikian dilaporkan al-Safir, Selasa (7/10), saat koran Lebanon ini mengapreasi Hizbullah dan mengecam Sekretraris Kelompok 14 Maret Samir Geagea yang Senin kemarin (6/10) malah mengritik pertahanan Hizbullah terhadap serangan ISIS dan Front al-Nusra sehari sebelumnya.

Menurut al-Safir, Kelompok 14 Maret yang memang tak akur dengan Hizbullah itu berusaha menyalahgunakan situasi sekarang, termasuk untuk mendesak Hizbullah supaya keluar dari Suriah.

Al-Safir juga mengecam perilaku sebagian media Arab dan Lebanon sendiri yang menurutnya terkesan menguntungkan kepentingan propaganda kelompok teroris.

“Media-media ini seolah menjalankan tugas sebagai media kelompok-kelompok itu,” tulis al-Safir.

Al-Safir menambahkan, “Di tengah gempita politik dan media Lebanon serta bersamaan dengan terjadinya perkembangan baru di kawasan Brital dan dataran tinggi di bagian timur di wilayah perbatasan Lebanon-Suriah, Kardinal Bechara Rai menegaskan bahwa seandainya tidak ada Hizbullah niscaya ISIS sekarang bercokol di Jounieh.”

Menurut al-Safir, menjelang ke lawatannya ke Vatikan dia mengatakan kepada orang-orang yang berkumpul di tempat tinggalnya di Bkerké, Jounieh,“ Seandainya orang-orang Kristen Lebanon sekarang di tanya apa komentar Anda mengenai perkembangan situasi sekarang niscaya semua akan menjawab bahwa seandainya tidak ada Hizbullah niscaya ISIS sekarang sudah ada di Jounieh.”

Seperti pernah diberitakan Liputan Islam, milisi Hizbullah Ahad lalu telah menghadang serangan besar-besaran kawanan teroris ISIS dan Front al-Nusra ke kawasan Bretal di bagian timur Lebanon. Akibatnya terjadi pertempuran hebat yang menewaskan beberapa anggota Hizbullah dan puluhan teroris. (Baca juga: Coba Ganyang Hizbullah di Lebanon, Belasan Teroris ISIS Temui Ajal)

Menurut al-Safir, delapan anggota Hizbullah terbunuh dalam peristiwa tersebut, sedangkan di pihak teroris puluhan orang, dan kawanan teroris itu kabur setelah menderita kekalahan telak dan salah seorang komandan senior mereka yang bernama Abu Shuhaib tewas.

“Dengan mempersembahkan delapan syuhada, Hizbullah telah mencegah terjadinya sebuah tragedi besar di Lebanon,” tulis al-Safir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL