tank turkiDamaskus, LiputanIslam.com – Pemerintah Suriah mengecam keras agresi Turki baru-baru ini terhadap wilayah Suriah. Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah Faisal Mekdad, Minggu (22/12/2015) menyatakan negaranya berhak membela diri dan melawan agresi tersebut.

“Adalah hak kami untuk mebela diri dan melawan agresi ini dengan tindakan yang semestinya pada saatnya yang tepat. Agresi ini mencerminkan bentuk hubungan yang dominan antara kedua negara,” kata Mekdad, sebagaimana dikutip al-Mayadeen.

Dia menambahkan, “Hubungan persahabatan pemerintahan Erdogan (Presiden Turki) dengan ISIS telah memotivasi Turki untuk mengagresi Suriah… Pihak Turki mencoba memalsukan sejarah dan mendistorsi realitas, dan Perdana Menteri Turki Ahemt Davutoglu adalah orang yang tangannya bersimpah darah rakyat Suriah.”

Faisal Mekdad kemudian menyatakan akan membuat laporan kepada Uni Eropa dan masyarakat dunia mengenai agresi Turki ke Suriah serta hubungan Ankara dengan ISIS.

Kecaman terhadap agresi Turki juga dilontarkan oleh pemerintah Iran. Wakil Menlu Iran Urusan Arab dan Afrika Hossein Amir Abdollahian menegaskan bahwa operasi militer Turki di wilayah Suriah sama sekali tidak bisa benarkan dan hanya akan menambahkan gejolak di kawasan.

Sabtu malam (21/2/2015) sebanyak 50 unit tank Turki menerobos masuk ke bagian utara Suriah dengan dalih melindungi makam Raja Sulaiman al-Usmani dari kepungan ISIS di Suriah. Makam itu berjarak 25 km dari perbatasan Turki dan berada di ssi Sungai Eufrat di wilayah Suriah.

Sulaiman al-Usmani adalah ayah dari Ertugrul Gazi serta kakek dari Usman I, pendiri dinasti Usmani (Ottoman). Berdasarkan perjanjian antara Turki dan Perancis tahun 1921, kawasan makam Raja Sulaiman al-Usmani diserahkan kepada pemerintah Ankara. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL