Kurdish Fighters Dislodge ISIL from Syria’s Kobani: ReportsBeirut, LiputanIslam.com – Pasukan Kurdi Suriah terus menggelar operasi militer secara masif melawan pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bagian timur laut negara ini. Dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan Reuters dari Beirut dan Amman berdasarkan keterangan lembaga Pemantau HAM Suriah (SOHR), pasukan Kurdi Suriah berhasil memutus salah satu jalur suplai ISIS yang membentang dari bagian timur laut Suriah ke wilayah Irak.

Lembaga yang berbasis di Inggris dan dekat dengan kalangan oposisi Suriah itu menyebutkan bahwa sedikitnya 132 anggota ISIS terbunuh akibat operasi militer yang dilancarkan pasukan Kurdi Suriah sejak 21 Februari 2015.

Dewan Nasional Assyrian Suriah menyatakan bahwa penculikan 150 warga Kristen Assyrian dari beberapa desa di provinsi Hasakah oleh ISIS telah memancing operasi militer secara masif pasukan Kurdi Suriah di kawasan tersebut.

SOHR dan dewan tersebut menyatakan bahwa ratusan warga Kristen lain terpaksa mengungsi ke beberapa kota besar provinsi Hasakah.

Aksi penculikan warga oleh ISIS di Suriah tersebut terjadi menyusul adanya gerak maju pasukan Kurdi dalam perang melawan ISIS di berbagai kawasan timur laut Suriah dekat perbatasan negara ini dengan Irak, sementara kawasan itu merupakan kawasan yang vital bagi ISIS karena menjadi salah penghubung antara wilayah kekuasaan mereka di Suriah dan wilayah kekuasaan mereka di Irak.

Gerak maju pasukan Kurdi menjadi mimpi buruk bagi ISIS yang sebelumnya telah terusir dari kota Kobane oleh perlawanan sengit pasukan Kurdi setempat.

Hingga kini belum diketahui bagaimana nasib warga Kristen Assyrian yang diculik ISIS dari beberapa desa yang terletak di sekitar 20 km barat laut Hasakah tersebut. Berita-berita mengenai lokasi penyekapan mereka masih simpang siur.

Misi utama pasukan Kurdi Suriah dalam operasi masif yang dimulai sejak Selasa (22/2/2015) ialah menyingkirkan ISIS dari beberapa kawasan, termasuk kota kecil Tel Hamis di bagian timur Suriah yang menjadi salah satu pangkalan ISIS.

Seorang pejabat Kurdi mengatakan bahwa tujuh anggota milisi Kurdi Suriah terbunuh dalam operasi tersebut.

Krisis Suriah yang berkobar akibat pemberontakan dan terorisme yang didukung Barat dan negara-negara Arab sekutunya untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad kini sudah berjalan hampir genap lima tahun. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL