ulama salafi daftar hitam isisGazaCity, LiputanIslam.com – Kelompok ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai mengobarkan perang terbuka terhadap sejumlah ulama Salafi/Wahabi Arab Saudi dan non-Saudi serta menyebut mereka telah murtad karena menyerukan para pemuda Muslim supaya tidak ikut “berjihad”. ISIS juga menderet beberapa nama di antara mereka ke dalam “daftar hitam”.

Menurut laporan Alalam, hal tersebut dinyatakan ISIS melalui beberapa situs internet dan media sosial. Dalam sebuah statemen yang diposting di intentet Ahad (31/8), kelompok superekstrim yang juga beraliran Salafi/Wahabi itu menyatakan, “Pasca beberapa pembebasan yang berhasil diwujudkan oleh Negara Islam (IS/ISIS) dan jatuhnya Front al-Nusra…tidak ada yang dilakukan oleh orang-orang itu (para ulama) kecuali menyerang para mujadihin IS, menyebut mereka sebagai Khawarij serta mengadukan orang-orang berilmu dan para pemuda pendukung jihad kepada aparat keamanan sehingga mereka dijebloskan ke dalam penjara.”

ISIS lantas menyebut beberapa nama ulama Saudi dan non-Saudi sebagai bertanggungjawab atas aksi penangkapan aparat keamanan Saudi terhadap beberapa anggota ISIS. Para ulama itu adalah Syekh Nasser al-Omar, dai Abdul Aziz al-Tarifi, Syekh Adnan al-Aroor, dai Abdul Aziz al-Fawzan, Mohammad al-Habdan, Hamad al-Jumaah dan Musa al-Ghanami. Selain Syekh Adnan al-Aroor yang berkewarganegaraan Suriah, beberapa nama ulama lain yang tertera dalam daftar hitam ISIS itu adalah warga negara Arab Saudi.

Sementara itu, para aktivis media sosial menyebarkan hashtag “#ISIS mengancam akan membunuh al-Umar, al-Tarifi dan al-Fawzan” dan diikuti oleh ratusan kicauan pengguna media sosial Twitter yang mengecam statemen ISIS tersebut.

“Tidak ada solusi bagi ISIS kecuali pembunuhan, termasuk berkenaan dengan para radikalis yang memiliki pijakan yang sama dengan pijakan ISIS,” kicau seorang pengguna Twitter.

ISIS sendiri sebelumnya telah menyebar hashtag di Twitter berisikan tuduhan bahwa beberapa ulama telah mengadukan para pendukung ISIS di kawasan Tamir, Saudi, sehingga sejumlah besar mereka diringkus oleh aparat keamanan.

Belum lama ini Raja Abdullah dari Arab Saudi dalam sebuah pidatonya mengingatkan bahaya ISIS, menyebutnya sebagai Khawarij dan menyerukan kepada para pemuka agama supaya membendung faham ISIS serta memberikan pencerahan kepada para pemuda mengenai bahaya ISIS.

Mufti Saudi Syekh Abdul Aziz al-Sheikh serta Imam Masjidil Haram Syekh Abdurrahman al-Sudais adalah bagian dari sedikit ulama Saudi yang telah merespon seruan Raja Abdullah. Sedangkan para tokoh agama lainnya seperti Sulaiman al-Audah, Safar al-Hawali dan Mohammad al-Arifi memilih bungkam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL