noam chomskyMoskow, LiputanIslam.com – Ilmuwan dan filsuf tersohor Amerika Serikat (AS) Noam Chomsky mengritik keengganan negaranya bekerjasama dengan Iran dalam penumpasan kelompok radikal takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), karena menurutnya jika Iran terlibat dalam koalisi anti ISIS maka negara republik Islam ini akan dapat menyapu kelompok teroris itu dalam sekejap mata.

Dalam wawancara dengan Russia Today yang dilansir Jumat (7/11) Chomsky juga menilai negaranya bertindak melawan hukum internasional, sebab Washinton seharusnya menempuh jalur yang legal melalui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Dia mengatakan bahwa dalam upaya mengatasi kekacauan, AS lagi-lagi memutuskan untuk bertindak melawan hukum internasional Menurutnya, mendirikan koalisi anti ISIS “tidak memiliki arti apapun kecuali menjadi ilegal.”

Dia menegaskan bahwa AS seharusnya menjelaskan ISIS di DK PBB sebagai ancaman bagi perdamaian serta meminta supaya ancaman ini direspon, dan setelah itu AS, demikian pula Iran, dapat terlibat dalam operasi anti ISIS.

“Negara yang taat hukum akan pergi mendatangi DK, memohon pernyataan DK mengenai ancaman terhadap perdamaian itu, dan meminta DK supaya mengorganisasikan respon langsung terhadapnya. DK pasti akan melakukannya. Setelah itu AS, demikian pula Iran, dapat berpartisipasi di dalamnya,” katanya.

Sebagaimana ditulis Russia Today, Chomsky percaya bahwa Iran yang merupakan kekuatan militer besar bisa jadi akan dapat menyapu ISIS dalam sekejap (in no time) jika diperkenankan berperang di darat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL