mufti sunni iraq Syekh Mahdi al-SumaidaiBaghdad, LiputanIslam.com – Mufti Ahlussunnah Irak, Syekh Mahdi al-Sumaidaie, mengeluarkan fatwa wajib perang melawan ISIS dengan ikut serta dalam kelompok relawan “Pasukan Pembela Ahlussunnah”. Bersamaan dengan ini, pasukan keamanan Irak yang didukung kelompok-kelompok pasukan adat berhasil meringkus seorang amir ISIS dan beberapa anak buahnya. Selain itu, sekitar 80 anggota ISIS tewas di tangan pasukan dan relawan Irak di berbagai kawasan negara ini.

Menurut laporan Alalam, Senin kemarin (8/9) beberapa kalangan yang dekat dengan Syekh al-Sumaidaie menyebutkan bahwa mufti Sunni Irak ini telah mengeluarkan fatwa yang mewajibkan keikut sertaan sebagai relawan dalam Pasukan Pembela Ahlussunnah yang bertekad memerangi kelompok teroris ISIS.

Namun demikian, pengaruh Al-Sumaidaie sendiri di Irak tidak sedemikian kuat di tengah kalangan Sunni Irak. Dia memiliki lawan-lawan pendapat sesama Sunni Irak yang tidak mengakui otoritas keagamaannya di kalangan Sunni Irak.

Sementara itu, sumber keamanan di provinsi Salahuddin Senin kemarin menyatakan bahwa pasukan keamanan Irak bersama kelompok-kelompok pasukan adat setempat berhasil mencokok seorang pria yang berstatus sebagai amir ISIS untuk kawasan Daluiyyah beserta tujuh anggota ISIS lainnya.

“Bekerjasama dengan pasukan adat kawasan Daluiyyah, pasukan keamanan berhasil meringkus amir ISIS untuk wilayah Daluiyyah, Namis al-Khazraji dan tujuh anggota ISIS lainnya,” ujar sumber tersebut.

Sebelumnya, sumber keamanan itu menyatakan bahwa 12 teroris ISIS tewas, dua di antaranya pemegang misi serangan bom bunuh diri, dalam kontak senjata dengan pasukan keamanan dan pasukan adat di kawasan yang terletak di 80 km selatan Tikrit tersebut.

Saat itu Dewan Tokoh Adat Provinsi Salahuddin juga meminta pemerintah Irak segera turun tangan secepatnya dengan mengirim pasukan militer yang didukung pasukan udara untuk menyelematkan Daluiyyah setelah kawasan ini mendapat serangan dari ISIS. Mereka mengingatkan bahwa wilayah ini terancam pembantaian massal ISIS terhadap warga setempat yang teguh berjuang melawan ISIS selama lebih dari 80 hari.

Senin pagi kemarin kawasan Dhaluiyyah diguncang lima ledakan bom mobil yang menyebabkan beberapa penduduk setempat meninggal dunia dan beberapa lainnya cidera.

Laporan lain dari Komando Operasi Militer Babil menyebutkan bahwa sebanyak 52 anggota ISIS tewas diterjang serangan udara pasukan Irak yang menghancurkan lima kendaraan ISIS di bagian utara provinsi Babil.

Sumber itu menjelaskan bahwa dari 52 anggota ISIS yang tewas itu 35 orang, termasuk komandan ISIS bernama Fadil Sail al-Janabi, tewas di kawasan al-Fadhiliyyah di distrik Jurf al-Sakhar. Sedangkan 17 lainnya di kawasan al-Abd Wais yang juga merupakan wilayah administrasi Jurf al-Sakhar.

Di bagian lain, Kepala Kepolisian Provinsi Diyala Brigjen Jamil al-Shammari mengatakan bahwa pasukan keamanan yang juga didukung beberapa kelompok pasukan adat berhasil membebaskan sebuah bendungan irigasi dalam sebuah operasi razia anti ISIS yang menewaskan 15 teroris.

Dalam peristiwa itu sebanyak lebih dari 200 anggota ISIS kabur dari lokasi itu menuju kawasan di beberapa provinsi di bagian utara Irak. Selain itu dua kendaraan mereka yang dipasangi senjata anti pesawat tempur juga hancur.

“Pasukan keamanan berhasil meraih kemajuan besar dan berhasil menyebar personil dan relawan adat serta mengusai kawasan tersebut,” ungkap al-Shammari kepada kantor berita Turki, Anadolu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL