mesir mufti syekh syauqi allamBeirut, LiputanIslam.com – Mufti Agung Mesir Syeikh Shawki Ibrahim Abdel-Karim al-Allam meminta kepada media massa supaya berhenti menggunakan kata “Negara Islam” (Daulah Islamiyyah) dalam menyebut kelompok sempalan Jaringan Teroris al-Qaeda yang menggunakan nama tersebut setelah sebelumnya menggunakan nama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/DAISH).

Imbauan ini dia sampaikan saat tiba di Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa kemarin (16/9) untuk menghadiri acara pelantikan Syeikh Abdul Latif Daryan sebagai mufti baru Lebanon. Dia beralasan bahwa penggunaan nama itu dapat menimbulkan opini buruk tentang Islam.

“Penggunaan berulang-ulang istilah ini (Negara Islam) menyesatkan publik dan menimbulkan persepsi keliru tentang Islam,” ungkapnya, sebagaimana dikutip IRNA.

Dia menambahkan, “DAISH adalah fenomena syaitan yang sejak awal kemunculannya telah dikutuk oleh Universitas al-Azhar dan Lembaga Fatwa (Darul Ifta) Mesir. Aksi-aksi ISIS tidak ada hubungannya dengan agama Islam. Kami mengutuk aksi-aksi mereka, dan kami berharap krisis akan berakhir dengan baik.”

Syeikh Shawki mengaku pihaknya bersama al-Azhar turut memerangi ISIS melalui jalur pencerahan intelektual.

“Terorisme adalah ancaman serius dan nyata, dan kami di al-Azhar maupun di Darul Ifta Mesir berjuang melawannya melalui jalur intelektual dan pencerahan pemikiran,” ungkapnya.

Di media Arab ISIS disebut “DAISH” yang merupakan singkatan dari kalimat bahasa Arab “Daulah Islamiyyah fi al-Iraq wa al-Syam” yang berarti Negara Islam Irak dan Suriah”. Namun belakangan banyak media Arab tidak lagi menggunakan istilah “DAISH” melainkan “Daulah Islamiyyah”, sedangkan media Barat menggunakan istilah “Islamic State” sesuai dengan nama baru yang diumumkan awal bulan suci Ramadhan lalu oleh kawanan teroris bersenjata paling brutal, ganas dan menghebohkan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL