menlu iran javad zarif at CFRNewYork, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa korban kekejaman kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak lebih banyak kalangan Sunni daripada kalangan Syiah.

“Sama sekali tidak benar laporan-laporan yang menyebutkan bahwa ISIS adalah kelompok yang terkait dengan kalangan Ahlussunnah, sebab warga Ahlussunnah yang menjadi sasaran ISIS lebih banyak daripada warga Syiah,” ungkapnya saat berbicara di Dewan Hubungan Luar Negeri (Council on Foreign Relations/CFR), New York, AS, sebagaimana dilansir lembaga pemberitaan Fars News Agency (FNA), Kamis (18/9).

Karena itu dia meminta kepada negara-negara yang mengaku sebagai pembela Ahlussunnah Irak membuktikan pengakuan itu dengan cara berusaha mencegah masuknya senjata-senjata yang digunakan ISIS untuk membantai rakyat Irak di berbagai kawasan yang mayoritas penduduknya bermazhab Ahlussunnah.

Menlu Iran menambahkan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengakui ISIS sebagai negara maupun bagian dari umat Islam.

“Saya tidak memandang kelompok ini sebagai negara maupun Islam. Seperti juga disinggung oleh Presiden AS Barack Obama, mereka bukan kelompok Islam, melainkan hanya kelompok teroris semata,” ujarnya.

Menyinggung konferensi anti ISIS yang diselenggarakan belum lama ini di Paris untuk menggalang koalisi anti ISIS, Zarif menyebut koalisi itu sebagai “koalisi orang-orang yang bertaubat”.

Dia mengatakan, “Iran tidak diundang untuk konferensi ini, dan saya sendiri menyebut koalisi anti ISIS sebagai koalisi pihak-pihak yang bertaubat, sebab sebagian negara yang mengutus wakilnya dalam pertemuan ini terlibat dalam pembentukan dan penguatan ISIS.”

Pernyataan serupa sebelumnya juga dilontarkan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani saat dia menyebutkan pertemuan di Paris itu sebagai lelucon belaka. (Baca: Presiden Iran Sebut Koalisi Anti ISIS Lelucon Belaka)

“Leluconnya dalam cerita ini terletak pada kenyataan bahwa negara-negara yang telah memelihara, mempersenjatai, dan mendanai kelompok-kelompok takfiri sekarang tiba-tiba berusaha memerangi kelompok-kelompok teroris itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kami berpendapat bahwa negara manapun yang sejak sekarang dan selanjutnya akan memerangi terorisme harus terlebih dahulu bersedia untuk bertaubat.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL