John Kerry Chairs UN Security Council Meeting On IraqNewYork, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari menyatakan beberapa kelompok Sunni yang semula berpihak kepada organisasi radikan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta menyambut kedatangan mereka akhirnya mengetahui hakikat kawanan teroris tersebut sehingga lantas berlepas tangan dari mereka dan bahkan ikut memerangi mereka.

Sebagaimana dilansir situs al-Hurrah, hal itu dikemukakan Jaafari dalam pernyataannya di sela-sela sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ISIS di New York, Ahad (21/9).

“Teroris tidak membedakan antara Kurdistan dan Baghdad, Kurdi dan Arab, Sunni dan Syiah, Muslim dan non-Muslim,” ungkapnya.

Menurut Jaafari, sidang mengenai ISIS di PBB telah menekankan bahwa ISIS berbahaya bukan hanya bagi Irak tetapi juga bagi seluruh masyarakat internasional, dan hal ini membantu memberikan pencerahan kepada banyak orang mengenai bahaya ISIS dan realitas yang terjadi di beberapa provinsi Irak yang dikacaukan oleh ISIS.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa Baghdad menentang keras keterlibatan pasukan darat asing dalam penumpasan ISIS dan menilai serangan udara sudah cukup membantu penumpasan ISIS.

“Angkatan bersenjata dan Garda Nasional Irak serta pasukan Peshmerga dan kelompok-kelompok relawan sudah siap bertindak, menanggung resiko dan berkorban,” ungkapnya sembari menjelaskan bahwa penumpasan ISIS di semua kawasan memerlukan jangka waktu menengah atau panjang.

Sementara itu dari Baghdad, ibu kota Irak, dilaporkan bahwa telah terjadi pertempuran hebat yang menjatuhkan puluhan korban jiwa dan luka di kawasan Saqlawiyah, provinsi Anbar, di utara Baghdad Ahad kemarin. Mengutip keterangan beberapa sumber, IRNA melaporkan bahwa tentara Irak telah memasuki kawasan itu setelah ratusan personil tentara Irak yang didukung relawan serta serangan udara berhasil memecah kepungan ISIS terhadap kawasan tersebut dari dua arah.

Di situ pasukan Irak menguasai jembatan strategis Saqlawiyah serta membuka jalur akses kawasan ini menuju kawasan al-Sajar, dan dengan demikian maka kepungan ISIS terhadap 400 tentara Irak yang terjebak di kawasan Saqwaliyah sejak empat hari sebelumnya hingga batas tertentu berhasil dipecah.

Namun demikian, menurut IRNA pula, ada sumber-sumber lain yang mengatakan bahwa ancaman ISIS di sana masih belum sepenuhnya teratasi sehingg masih ada kekhawatiran terhadap resiko terjadinya pembunuhan massal jika tidak ada pasukan tambahan.
Kawasan Saqlawiyah terlepas dari kendali pemerintah pusat Irak dan jatuh ke tangan ISIS sejak Januari lalu.

Dalam peristiwa terpisah, beberapa sumber keamanan Irak melaporkan bahwa pasukan Irak telah mengepung kota Fallujah dan sebagian telah mengambil posisi di sebuah pabrik semen yang menjadi titik terdekat dengan kota ini. Namun demikian, tentara Irak masih dapat melancarkan serangan dan masuk ke dalam kota karena masih harus menunggu instruksi yang terhambat oleh kekhawatiran terhadapnya jatuhnya korban di pihak penduduk sipil setempat yang dijadikan sebagai perisai manusia oleh ISIS.

Selain itu, dilaporkan pula bahwa di kawasan al-Dujail, 40 km utara Baghdad, terjadi pertempuran sengit pasukan adat setempat yang didukung relawan dari luar melawan ISIS setelah ISIS berusaha merebut kawasan itu dari empat arah. Sejumlah korban jiwa dan luka jatuh dari kedua pihak yang bertempur. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL