liga arab vs isisKairo, LiputanIslam.com – Para menteri luar negeri negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab dalam sidangnya di Kairo, ibu kota Mesir, akhirnya mengeluarkan keputusan untuk “penanggulangan semua kelompok teroris”, termasuk yang menamakan dirinya Negara Islam (Islamic State/IS) atau yang lebih dikenal dengan nama lamanya, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/DAISH).

“Apa yang dibutuhkan ialah keputusan yang jelas untuk konfrontasi menyeluruh, baik militer maupun politik,” kata Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil el-Arabi, Ahad kemarin (7/9), sebagaimana dikutip al-Jazeera.

Menurut laporan Alalam, dalam keputusan itu juga ditegaskan urgensi “pengeringan semua sumber terorisme” dan pembenahan atas “semua faktor dan keadaan” yang menyebabkan kemunculan fenomena terorisme.

Meski demikian, keputusan itu tidak menyinggung aliansi anti ISIS seperti yang diserukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Padahal, menurut keterangan seorang pejabat Liga Arab, dalam draft keputusan itu telah disinggung soal “koordinasi dengan AS dalam perang melawan IS”.

Nabil el-Araby hanya menyatakan bahwa kalimat yang tertera dalam keputusan itu ialah “kerjasama antarnegara”, sembari menambahkan bahwa kerjasama antarnegara itu berlaku dalam semua bidang.

Selain itu, keputusan itu juga tidak menjelaskan secara rinci langkah-langkah kongkret apa yang akan mereka lakukan dalam perang melawan ISIS. Namun demikian, el-Araby menyebut keputusan itu penting karena berkenaan dengan penanggulangan dan konfrontasi melawan terorisme.

Sebelumnya, dalam pidato pembukaan sidang di hari yang sama dia menyerukan pengambilan “keputusan yang jelas dan tuntas untuk konfrontasi militer dan politik secara komprehensif” terhadap terorisme yang kini sedang direpresentasikan oleh ISIS. Dia juga meminta supaya kesepakatan pertahanan kolektif Arab diaktifkan.

Sementara itu, laporan lain dari harian Le Figaro Ahad kemarin menyebutkan bahwa negara-negara Arab pesisir Teluk Persia sedang tergerak dalam perang melawan ISIS.

Menurut harian Perancis tersebut, negara-negara imperium minyak Teluk Persia akan bergabung dalam aliansi multinasoinal yang diserukan Obama untuk perang melawan ISIS.

“Negara-negara kerajaan di Teluk Persia yang merasa rentan di depan serangan ISIS telah mengambil keputusan serius untuk bereaksi terhadap kelompok teroris ini,” tulis Le Figaro, sebagaimana dikutip IRNA. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL