liga arab vs isisBaghdad, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Elarabi menyerukan supaya ISIS diperangi bukan hanya secara fisik dan militer, melainkan juga secara pemikiran dan ideologis.

“Kawasan (Timur Tengah) dewasa ini berada dalam periode pemikiran yang mandul dan tidak sinkron dengan abad ke-21. Kita hidup di tahap yang sulit dan tak seorangpun mengetahui dari mana gelombang ini datang,” ungkap Elarabi dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Irak Ibrahim Jaafari , Menlu Kuwait Mohammad Al-Khaled Al-Hamad Al-Sabah, dan Menlu Mauritania Ahmed Ould Teguedi di Baghdad Ahad kemarin (19/10), sebagaimana dilansir al-Sumaria.

“Konfrontasi militer adalah bagian dari perang melawan teroris dan faham radikal. Konfrontasi terhadap mereka harus bersifat ideologis, pemikiran dan ekonomi yang komprehensif, dan tidak terbatas hanya dengan serangan dengan senjata api, ” imbuhnya.

Menurutnya, negara-negara Arab sejauh ini sudah memulai upaya mencegah mengalirnya militan ke Irak.

“Liga Arab mempedulikan pembelaan untuk semua negara Arab di depan bahaya gerak maju organisasi ISIS,” katanya.
Sekjen Liga Arab memandang Irak memiliki tempat tersendiri dalam sanubari bangsa-bangsa Arab, karena itu dia berharap Irak dapat meraih kemajuan.

“Sebagian besar negara Arab ikut andil dalam koalisi internasional anti geng teroris ISIS serta sepakat untuk melancarkan serangan terhadapnya,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa tantangan dan problema yang dihadapi Irak merupakan tanggungjawab dunia secara keseluruhan.
Menlu Irak Ahad kemarin menyambut gembira kunjungan Menlu Kuwait, Menlu Mauritania dan Sekjen Liga Arab ke Irak.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Heider Abadi dalam pertemuan dengan Sekjen Liga Arab dan delegasi Arab pimpinan Al-Khaled Al-Hamad Al-Sabah meminta negara-negara Arab menunjukkan sikap serius dalam menghapi faham-faham menyimpang dan takfiri.

“Faham-faham takfiri dan radikal yang bersikukuh untuk menyingkirkan dan mengafirkan orang lain harus perangi,” tegasnya.
Dia menilai perang melawan ISIS bagi umat Islam dewasa ini sebagai perang antara hidup dan mati, dan negaranya menjunjung tinggi kemajukan bangsa Irak.

“Irak merasa bangga dengan peradaban dan kemajemukan yang ada di tengah masyarakatnya. Ini menandakan bahwa umat Islam dan bangsa-bangsa Arab dapat saling toleran satu sama lain, dan ini juga merupakan satu pesan yang harus kita kirim kepada dunia,” ungkapnya.

Dia lantas mengingatkan bahwa al-Qaeda telah berbohong ketika mengklaim membela Ahlussunnah karena mereka justru telah melakukan pembunuhan massal terhadap banyak warga Sunni Irak di provinsi Nineveh dan Anbar serta menjarah harta benda mereka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL