operasi irak di al-karmahBaghdad, LiputanIslam.com –   Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi menyatakan pasukan keamanan Irak telah mengepung kota Ramadi, provinsi Anbar, secara total bersamaan dengan usainya tahap pertama operasi razia teroris kawasan sekitar kota itu sehingga babak selanjutnya adalah operasi pembebasan .

“Pasukan keamanan yang terdiri atas tentara dan polisi serta al-Hashd al-Saabi (pasukan relawan) berhasil mengepung Ramadi secara total, dan dengan demikian berakhirlah tahap pertama operasi pembersihan kota,” ujarnya, Rabu kemarin (12/8), sebagaimana dilansir Alsumaria News.

Dia menambahkan bahwa operasi pembersihan tahap kedua dimulai kemarin.

“Pasukan akan bergerak maju dengan sangat lamban karena terhalang oleh banyaknya ranjau dan para sniper ISIS,” terangnya.
Terowongan Buatan ISIS Dihancurkan

Sebuah terowongan sepanjang 1 km yang dibuat oleh ISIS di tenggara kota Fallujah, provinsi Anbar, 60 km barat Baghdad telah ditemukan kemudian dihancurkan oleh Brigade Hizbullah Irak yang merupakan salah satu elemen pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi, Rabu kemarin.

Disebutkan bahwa sejak Fallujah terkepung oleh al-Hashd al-Shaabi dalam satu bulan ini ISIS berulang kali berusaha lolos dari kepungan melalui wilayah Hayakil dengan cara melancarkan serangan-serangan berat, namun sia-sia. Karena itu mereka lantas menggali terowongan untuk mendapatkan akses keluar serta membuat jalur transportasi dari Fallujah ke Amiriah di tenggara dan bahkan menuju Baghdad.

Belasan Tentara Irak Terbunuh

Seorang pejabat Irak menyatakan sedikitnya 14 tentara Irak terbunuh akibat ledakan beberapa bom yang dipasang oleh kawanan teroris ISIS dan ditujukan terhadap konvoi pasukan militer Irak di provinsi Anbar.

“Serangan yang terjadi di kawasan Khabaz, sekitar 170 km barat Ramadi, ini juga melukai 10 tentara Irak lainnya,” lanjut pejabat yang meminta identitasnya di rahasiakan itu.

Pasukan dan relawan Irak sedang gencar-gencarnya menggelar operasi serangan untuk menyingkirkan kawanan bersenjata ISIS dari berbagai kota dan daerah Anbar yang diduduki oleh kelompok teroris takfiri tersebut.

Sejak musim panas tahun lalu ISIS menduduki berbagai kota di bagian utara Irak, dan sejak itu sampai sekarang ISIS dilaporkan terus menebar berbagai aksi kejahatan.

Seribu Pasukan Adat Bergabung Melawan ISIS

Komandan al-Hashd al-Shaabi di provinsi Anbar, Ghassan al-Ethawi, menyatakan sebanyak 1000 petempur dari kelompok-kelompok adat provinsi ini telah bergabung dengan pasukan Irak dalam perang melawan ISIS.

“Seribu orang petempur suku-suku Anbar belakangan ini dan untuk pertama kalinya berada di front terdepan bersama pasukan Irak dalam perang melawana ISIS,” katanya, sebagaimana dilansir situs berita al-Masalah.

“Mereka sudah memiliki kemampuan yang  memadai dalam perang melawan ISI setelah mereka melewati tahap demi tahap pelatihan, imbuhnya.

Menurutnya, lebih dari 800 petempur dari pejuang suku di Ramadia, Amiriyah, al-Karmah dan  telah dipersenjatai dan dibekali perlengkapan militer lainnya.

Kuburan Massal ISIS

Penduduk kota Mosul, ibu kota provinsi Nineveh di Irak Utara Rabu kemarin menemukan kuburan massal para anggota ISIS yang sebagian besar adalah warga negara asing.

“Kuburan massal ini ditemukan oleh seorang penggembala Rabu pagi di barat daya Mosul, tapi penggembala ini kemudian segera diringkus oleh para anggota ISIS,” ungkap Said Momunizy, pejabat bidang media  Partai Demokrasi Kurdistan Irak, seperti dikutip Almasalah.

Menurutnya, dalam kuburan massal itu terdapat lebih dari 150 teroris takfiri yang sebagian besar adalah orang-orang non-Irak.
Pada Juli lalu juga telah ditemukan kuburan massal anggota ISIS di kawasan al-Shalalat di barat laut Mosul. Dalam kuburan itu terpendam 72 anggota ISIS yang sebagian besar juga berasal dari luar negeri.

Mosul adalah kota terbesar kedua di Irak yang diduduki ISIS sejak musim panas tahun lalu. Selain menguasai Mosul, kelompok teroris takfiri pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu dalam serbuannya ke Irak juga berhasil menduduki banyak wilayah lain di bagian utara dan barat Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL