ISIS terroristsKobane, LiputanIslam.com – Komandan pasukan teroris kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Amerika Serikat (AS) tewas dalam pertempuran dengan para pejuang Kurdi di kota Ain al-Arab atau Kobane, bagian utara Suriah. Demikian dilaporkan lembaga pemberitaan al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Ahad (12/10).

Tanpa menyebutkan berita lebih lanjut mengenai kematian komandan ISIS asal AS itu, al-Mayadeen melaporkan bahwa ISIS mengirim pasukan tambahan ke Kobane untuk menaklukkan para pejuang Kurdi yang mempertahankan kota ini mati-matian.

Menurut al-Mayadeen, ISIS mengalihkan sebagian pasukannya dari kawasan Raqqa dan Aleppo ke Kobane yang masih sulit dikuasai oleh pasukan ISIS walaupun sejak beberapa hari lalu pertahanan milisi Kurdi di Kobane dikabarkan kian terdesak dan hampir semua gerbang kota ini, kecuali yang mengarah ke perbatasan Turki, sudah dikuasai oleh ISIS. Pasukan ISIS sejak Jumat lalu bahkan telah menguasai markas utama para petempur Kurdi.

Laporan lain dari Associated Press mengutip keterangan Ketua Lembaga Pengawas HAM Suriah, Rami Abdulrahman, bahwa hingga Ahad kemarin para pejuang Kurdi masih dapat menahan gerak maju pasukan ISIS di Kobane. Pasukan teroris ini masih tertahan di sepertiga kota yang berhasil mereka kuasai sejak Jumat lalu dan belum dapat memperluas lagi wilayah kekuasaannya.

Menurut Rami, ISIS kekurangan pasukan sehingga mengirim para petugas polisi keagamaannya yang bernama “Hasabah” ke Kobane untuk dilibatkan dalam upaya penaklukan Kobane.

Berdasarkan data yang dihimpun dan dapat dari para informannya yang ditempatkan di berbagai pelosok Suriah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbasis di Inggris dan dekat dengan kubu oposisi Suriah ini menyatakan bahwa selama serangan ISIS ke Kobane sejak sekitar tiga pekan lalu sekitar 550 orang, 300 di antaranya anggota ISIS, 225 petempur Kurdi dan 20 warga sipil tewas akibat pertempuran. LSM ini menambahkan bahwa jumlah korban tewas di pihak ISIS bisa jadi lebih banyak dari 300 orang.

Farhad Shami, informan di Kobane dalam kontak telefon dengan Beirut mengatakan bahwa Kobane relatif tenang dan hanya terdengar suara tembakan para snipper selama Ahad kemarin. Dia menambahkan bahwa sehari sebelumnya para pejuang Kurdi berhasil menangkal serangan ISIS dari arah selatan dan membunuh sejumlah besar anggota kawanan teroris tersebut.

“Para pejuang Kurdi juga berhasil merebut kembali sebuah desa perbatasan Tel Shair di sebelah barat Kobane,” ujarnya.

Menurut Abdulrahman Rami, sebanyak 36 anggota ISIS terbunuh dalam pertempuran yang terjadi sepanjang Sabtu (11/10).

Seperti diketahui, kawasan Kobane yang mayoritas penduduknya bersuku Kurdi menjadi ajang pertempuran sengit milisi Kurdi melawan pasukan teroris ISIS yang menyerang dan berusaha merebut kota Kobane dengan berbekal senjata ringan dan berat. Setelah menguasai sekitar seratus desa di sekitar Kobane, ISIS terus bergerak maju ke kota ini dan berhasil masuk serta menguasai sepertiga wilayah kota tersebut, termasuk markas utama milisi Kurdi.

Mencekamnya suasana di kota Kobane yang sebagian besar penduduknya dipastikan sudah mengungsi sebelum ISIS mendekati kota itu membuat Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengingatkan kemungkinan akan terjadinya tragedi pembunuhan massal jika Kobane sampai jatuh ke tangan ISIS. (Baca juga: ISIS Kuasai Markas Pasukan Kurdi di Kobane, PBB Ingatkan Tragedi Kemanusiaan) (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL