ilustrasi perempuan yazidiArbil, LiputanIslam.com – Seorang gadis remaja penganut agama minoritas Yazidi dalam wawancara dengan kantor berita Kurdistan Irak Samanews memberikan kesaksian memilukan mengenai nasib kaum perempuan Yazidi yang disekap oleh gerombolan teroris bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

amanews Kamis (4/9) melaporkan bahwa gadis Yazidi itu adalah warga desa Kujeh di kawasan Sinjar, Irak utara, yang beruntung karena berhasil kabur dari cengkraman kawanan ISIS kemudian ikut mengungsi ke wilayah Kurdistan.

Dalam wawancara itu dia memberikan keterangan mengenai beberapa hal yang selama ini belum pernah terungkap di media mengenai pembantaian kaum pria Yazidi dan eksploitasi seksual kaum perempuan warga minoritas ini oleh ISIS seolah mereka hidup pada era perbudakan di masa lampau.

“Mereka memang menyekap kaum perempuan dan anak-anak gadis, dan setiap hari dipilih tiga perempuan untuk dieksploitasi secara seksual oleh amir ISIS,” tuturnya.

“Selain itu, orang-orang ISIS juga menghalalkan kaum perempuan ISIS untuk melakukan penyiksaan dan pelecehan seksual terhadap kaum perempuan Yazidi. Mereka juga membolehkan jual beli perempuan Yazidi. Perempuan non-Yazidi dijual seharga 800-1000 Dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan perempuan Yazidi dijual dengan separuh harga, yakni sekitar 500 Dolar AS,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan soal pembantaian massal ISIS terhadap kaum pria Yazidi sebelum kemudian mendatangi kaum perempuannya.

“Salah seorang dari kaum pria kami memberitahukan kepada kami bahwa ISIS membantai banyak pria Yazidi secara massal. Gerombolan ISIS itu kemudian mendatangi kami (kaum perempuan) dan memboyong kami ke sebuah bangunan. Perempuan lansia ditempatkan di kebun di sekitar bangunan, perempuan muda yang sudah bersuami dikumpulkan di bangunan atas, sedangkan anak-anak gadis disekap di halaman belakang bangunan,” kisahnya.

Dia menambahkan, “Dari kota Sinjar saja ada 150 perempuan yang diboyong ke Tal Afar, dan dalam perjalanan menuju ke sana ada dua anggota ISIS yang bertanggungjawab menangani proses relokasi. Seorang pengemudi dan satu lagi anggota ISIS sering mendatangi dan menganiaya kami.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL