masoud jazayeri2Teheran, LiputanIslam.com – Deputi Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Brigjen Massoud Jazayeri menyebut koalisi anti ISIS yang digalang Amerika Serikat (AS) sebagai koalisi teroris melawan teroris.

“Kita sekarang menyaksikan terbentuknya sebuah koalisi bohong dan dagelan dalam sejarah di tengah situasi yang sedang melanda bagian barat Asia… Koalisi ini adalah koalisi teroris melawan teroris. Koalisi ini merupakan lelucon sejarah, dan banyak bukti, petunjuk dan argumen tentang ini,” kata Jazayeri dalam wawancara eksklusif dengan Alalam, Senin (22/9).

Dia menilai AS tidak memiliki legitimasi apapun dalam upayanya memerangi terorisme, apalagi AS sendiri merupakan negara yang mensponsori para teroris. Menurutnya, koalisi anti ISIS yang digalang AS hanyalah bagian dari strategi AS untuk tetap eksis di kawasan Timur Tengah.

“Dengan cara demikian AS bermaksud mencari pembenaran untuk bertahan di kawasan. Dengan bantuan para Zionis kini AS justru menjadi teroris negara dalam sejarah umat manusia.. Isu terorisme yang kita saksikan sekarang akar-akarnya ada di Gedung Putih, perangkat keamanan dan intelijen AS, Inggris serta beberapa negara Eropa dengan partisipasi sebagian negara regional (Timur Tengah), ” tuturnya.

Jazayeri menambahkan, “Terorisme di Timur Tengah bukan baru lahir sekarang atau kemarin. Sudah dua tahun kawasan ini didera terorisme, dan ini merupakan petaka di mana AS berperan kunci di balik keterbentukannya.”

Di bagian akhir wawancara dia menanggapi ancaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para petinggi militer negara Zionis tersebut untuk melancarkan serangan udara ke Iran.

“Kami berpendapat bahwa para Zionis itu tidak akan melakukannya, sebab tindakan demikian akan menjadi titik kemusnahan total mereka. Para komandan militer kami tahu persis cara menindak para Zionis dengan sengit dan telak jika mereka berbuat kesalahan dalam masalah ini,” tegas Jazayeri.

Sementara itu, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Irak, Nikolay Mladenov, menegaskan pentingnya kekompakan dalam membatu Irak, serta menilai partisipasi Iran dalam perang melawan ISIS sebagai masalah penting dan krusial.

“Sudah merupakan keharusan adanya dukungan regional bagi upaya penumpasan ISIS dan pencapaian solusi diplomatik untuk krisis ini…Banyak negara yang sudah bergabung dalam koalisi anti ISIS di bawah pimpinan AS, tapi kita melihat Iran ternyata tidak akan terlibat dalam operasi,” ujarnya, sebagaimana dikutip lembaga pemberitaan ISNA yang berbasis di Iran.

Dia juga menjelaskan keharusan adanya perundingan dengan Iran dan negara-negara regional Timur Tengah lainnya mengenai strategi penumpasan ISIS.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan bahwa sejak awal pecah krisis Suriah pihaknya sudah memberitahukan kepada negara-negara Barat bahwa dukungan kepada teroris merupakan ancaman bagi keagaman dunia.

“AS menyerukan kerjasama Iran, tapi kami meragukan iktikad mereka dalam perang melawan teroris,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL