eksekusi isis james foleyBaghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali menyajikan pemandangan yang mengerikan kepada khalayak dunia. Gerombolan manusia sadis itu menyatakan telah menyembelih dan memeggal kepala seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) yang hilang sejak hampir sejak hampir dua tahun silam di Suriah, sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap ISIS di Irak.

Mereka mengunggah video di media sosial dengan judul “A Message to America” (Pesan Untuk Amerika) yang diklaim sebagai rekaman aksi penyembelihan jurnalis AS James Foley, 40 tahun, yang diculik oleh kawanan bersenjata tak dikenal pada 22 November 2012.
Sebelum diculik, Foley sudah bekerja sebagai jurnalis di Timur Tengah selama lima tahun.

Dalam video terlihat seorang pria yang dinyatakan sebagai Foley berlutut mengenakan pakaian berwarna jingga di sisi seorang pria berpakaian serba hitam, berpenutup muka dan menggenggam sebilah pisau kecil.

“Saya meminta teman-teman, keluarga dan orang-orang terkasih untuk bangkit melawan pembunuh yang sesungguhnya, pemerintah AS, sebab apa yang akan terjadi pada diri saya hanyalah akibat kepuasan dan kriminalitas mereka,” ujar pria yang berlutut itu.

Selanjutnya, pria berpenutup muka berseru, “ Ini adalah James Wright Foley, warga negara Amerika, negara Anda. Sebagai pemerintah, Anda telah berada di garis depan agresi terhadap Negara Islam (IS/ISIS),”

Dengan berbahasa Inggris logat British dia menambahkan, “Hari ini angkatan udara militer Anda menyerang kami setiap hari di Irak.

Serangan Anda telah menjatuhkan korban di kalangan Muslim.”
Beberapa detik kemudian pria yang berdiri itu menyentuh dan menggerakkan mata pisaunya ke leher pria yang diklaim sebagai Foley tersebut.

Di bagian akhir video yang telah diburamkan terdapat tulisan “Steven Joel Sotloff”, nama sandera lain yang ditampilkan dengan mengenakan pakaian berwarna jingga. Sotloff adalah wartawan AS yang hilang di bagian utara Suriah pada Juli lalu.

“Kehidupan warga Amerika ini bergantung pada keputusanmu selanjutnya, hai Obama,” ujar pria berpenutup muka dalam video.
Komunitas intelijen AS kini meneliti keaslian video tersebut.

“Jika asli, kita terkejut oleh pembunuhan brutal terhadap seorang wartawan Amerika yang tidak berdosa dan kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan teman-teman,” ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden, sebagaimana dilansir situs CNN, Rabu (20/8).

Tentara AS hingga kini terus melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi ISIS di Irak sejak Presiden AS Barack Obama mengeluarkan izin resmi untuk serangan tersebut pada awal Agustus lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL