human-traffickingBeirut, LiputanIslam.com – Memperdagangkan anak kecil dan kaum perempuan merupakan bagian dari cara kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam menggalang dana. Demikian diungkap oleh surat kabar Times, Inggris.

Namun demikian, beberapa situs berbahasa Arab mengungkap kasus yang lebih parah lagi, yakni bahwa ISIS telah memperdagangkan bayi berdarah Irak dan Suriah kepada Israel. Tak hanya itu mereka juga memperdagangkan mayat dan organ tubuh para korbannya.

Sebagaimana dilaporkan al-Mayadeen, Lebanon, ISIS melakukan perdagangan bayi kepada Israel melalui perantara yang terhubung dengan mafia perdagangan manusia di Israel, namun mafia itu hanya bersedia membeli bayi-bayi menyusu untuk dijual kepada warga Israel yang tidak memiliki anak.

Operasi perdagangan manusia dijalankan di Suriah. Setelah terjadi kesepakatan, para anggota ISIS memboyong bayi-bayi itu dari Suriah ke Turki untuk diserahkan kepada perantara yang akan menyalurkannya kepada mafia Israel. Mafia itu kemudian membawa masuk bayi-bayi itu ke Tel Aviv.

Menurut keterangan berbagai sumber yang didapat al-Mayadeen, mafia itu dikelola oleh seorang pengacara Israel yang dibeking oleh beberapa rabi Yahudi Zionis yang terobsesi untuk menambah jumlah orang Israel dengan cara demikian.

Harian Times juga mengungkap kasus perdagangan manusia yang dilakukan ISIS di kawasan Quds, Mosul, Irak utara. Disebutkan bahwa di situ mereka menjual anak-anak kecil dan kaum perempuan sebagai salah satu sumber dana internal mereka.

Menurut Times, di kota Raqqah, Suriah, juga ada pasar lain untuk perdagangan perempuan dan anak-anak kecil yang berasal dari warga minoritas Irak Yazidi, Kristen dan lain-lain. Satu anak dibandrol sampai 10,000 Dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan perempuan dijual kepada sesama anggota ISIS dengan harga miring sebagai insentif dan penyemangat perang bagi mereka. Para anggota ISIS pun sedapat mungkin memilih yang tercantik untuk dinikahi.

Komisaris Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa lebih dari 25,000 perempuan dan anak kecil telah disekap, dan kaum perempuannya diperkosa oleh ISIS yang menganggap mereka sebagai budak rampasan perang.

Di samping perdagangan manusia, lanjut laporan tersebut, ISIS juga bekerjasama dengan mafia bisnis organ tubuh manusia untuk menjual organ-organ tubuh para korban yang tewas di tangan mereka.

Mafia itu mengatakan bahwa banyaknya pasokan mayat dari Suriah telah menyebabkan anjloknya harga mayat dari 20,000 Dolar AS menjadi kurang dari 10,000 Dolar AS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL